Lagi Butuh Teman Jalan? Jasa “Aku Temani Healing” Milik Lelly di Sidoarjo Kini Jadi Sorotan

Lagi Butuh Teman Jalan? Jasa “Aku Temani Healing” Milik Lelly di Sidoarjo Kini Jadi Sorotan

 


Sodoarjo, Kabartujuhsatu.news,– Kesibukan dan rutinitas terkadang membuat seseorang membutuhkan teman untuk sekadar berbincang, ngopi, jalan-jalan, atau melepas penat. Namun, tidak semua orang memiliki teman yang bisa diajak kapan saja. Minggu (16/8/2026). 

Kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi Lelly, perempuan asal Sidoarjo, Jawa Timur. Melalui jasa “Aku Temani Healing”, Lelly menawarkan diri sebagai teman bagi mereka yang membutuhkan pendamping untuk melakukan berbagai aktivitas.

Lelly yang dikenal melalui akun TikTok “hi, ini lelly” mengaku telah menjalankan jasa tersebut selama kurang lebih satu tahun. Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, terutama masyarakat di wilayah Sidoarjo dan Surabaya.

Layanan yang ditawarkan cukup beragam. Pelanggan dapat meminta Lelly menemani ngopi, nongkrong, kulineran, berbelanja, berolahraga, menghadiri konser, kondangan, pergi ke tempat wisata, bahkan menemani ke rumah sakit.

“Sebetulnya banyak orang butuh teman jalan, tapi enggak mau banyak bicara. Karena kalau sama teman sendiri kadang bahasnya pekerjaan lagi atau hal yang sama. Jadi mungkin saja ada rasa bosan,” ujar Lelly.

Menurut Lelly, kebutuhan pelanggan bukan hanya soal mencari teman bepergian. Sebagian di antaranya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan cerita tanpa menghakimi.

“Kalau ada pelanggan yang curhat, pasti saya dengarkan. Karena terkadang seseorang itu merasa senang hanya sudah didengar ceritanya. Saya juga enggan kasih masukan yang berlebihan karena bukan ranah saya,” katanya.

Dari berbagai permintaan yang diterimanya, aktivitas ngopi dan nongkrong menjadi salah satu yang paling banyak diminati.

Namun, pola setiap pelanggan berbeda. Ada yang ingin berbicara banyak dan menganggap Lelly seperti teman sendiri. Ada pula yang hanya ingin ditemani tanpa banyak percakapan.

“Ternyata sejauh ini banyak klien saya yang minta ditemani ke lokasi. Ada yang terbuka untuk ngobrol seperti teman sendiri, ada juga yang memang minta ditemani saja,” jelasnya.

Untuk menggunakan jasa tersebut, pelanggan dikenakan tarif Rp100 ribu untuk tiga jam. Khusus layanan menemani di rumah sakit, tarifnya sebesar Rp25 ribu per jam.

Sementara biaya transportasi, makanan, dan jajan selama kegiatan menjadi tanggungan pelanggan.

Meski menawarkan jasa sebagai teman, Lelly memastikan layanan yang diberikan tetap memiliki batasan profesional. Ia tidak ingin pekerjaannya disalahartikan sebagai sarana untuk mencari hubungan pribadi.

“Jadi saya tetap menetapkan batasan profesional karena saya di sini untuk menemani klien sesuai keinginannya,” tegas Lelly.

Faktor keamanan juga menjadi perhatian utama. Sebelum menerima pelanggan, Lelly melakukan skrining data untuk mengetahui identitas calon klien.

Bahkan, dirinya bersedia memberikan identitas pribadi apabila dibutuhkan calon pelanggan sebagai bentuk transparansi dan membangun rasa saling percaya.

Lelly mengakui bahwa konsep jasa tersebut memiliki tantangan. Dirinya dan pelanggan pada dasarnya sama-sama bertemu dengan orang yang sebelumnya tidak dikenal.

“Sebetulnya di posisi ini saya dan pelanggan memang sama-sama takut, karena sama-sama ketemu orang asing. Tapi kalau bisa saling percaya, jasa ini bisa jadi solusi buat mereka yang butuh teman jalan,” ungkapnya.

Kini, Lelly semakin aktif memperkenalkan “Aku Temani Healing” melalui media sosial. Konten yang dibuatnya menjadi salah satu cara untuk mengenalkan konsep jasa tersebut kepada masyarakat.

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, layanan yang ditawarkan Lelly menjadi salah satu fenomena unik: ketika kebutuhan sederhana untuk memiliki teman justru berkembang menjadi sebuah peluang usaha.

(Redho)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates