Saat pesta juara Piala Dunia 2026 di Madrid sedang meriah, Lamine Yamal tiba-tiba mengibarkan bendera Palestina di tengah selebrasi.
Seketika, bola berhenti jadi topik. Yang berlari bukan lagi para bek, tapi para analis politik, diplomat, dan penghuni media sosial.
Banyak yang sempat khawatir, jangan-jangan karier pemain muda termahal dunia itu ikut "di-offside". Eh, tak lama kemudian Perdana Menteri Spanyol justru mengonfirmasi negaranya mendukung aksi tersebut.
Begitulah sepak bola. Kadang 90 menit dipakai mengejar trofi, tetapi satu kibaran bendera bisa membuat dunia lupa siapa pencetak golnya.
Rupanya, di lapangan hijau, yang menggetarkan dunia bukan cuma tendangan ke gawang, tapi juga keberanian menyampaikan sikap.
NurmalMIND
