Terima Kunjungan Mr Koen, Sekcam Munadir: Wisatawan Belanda Terpesona dengan Budaya dan Ikon Bersejarah Soppeng

Terima Kunjungan Mr Koen, Sekcam Munadir: Wisatawan Belanda Terpesona dengan Budaya dan Ikon Bersejarah Soppeng


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,- Keunikan budaya dan kekayaan sejarah Kabupaten Soppeng kembali menarik perhatian wisatawan mancanegara. Kali ini, keluarga asal Belanda yang terdiri atas Mr. Koen, Mrs. Britt, serta kedua anak mereka, Kris dan Ole, mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah dan ikon wisata di Kecamatan Lalabata. Rabu (29/7/2026).

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Lalabata, H. Munadir Nurdin, S.Sos., mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya mengenal lebih dekat kearifan lokal, adat istiadat, budaya, dan sejarah yang dimiliki Kabupaten Soppeng.

"Mereka sangat tertarik dengan kearifan lokal, adat istiadat, budaya, terutama situs-situs peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Soppeng," ujar Munadir.

Selama berada di Soppeng, rombongan mengunjungi Bola Ridie, Villa Yuliana yang kini menjadi Museum Latemmamala, serta Taman Kalong, yang menjadi ikon Kabupaten Soppeng.

Munadir menjelaskan, Bola Ridie merupakan bangunan bersejarah yang menjadi tempat penyimpanan benda-benda pusaka dan atribut Kerajaan Soppeng. Bangunan yang dikenal sebagai Rumah Kuning itu menjadi salah satu simbol penting perjalanan sejarah kerajaan di daerah tersebut.

Sementara itu, Villa Yuliana merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1905 dan diresmikan pada 1906. Bangunan bergaya arsitektur Indis tersebut awalnya dipersiapkan sebagai tempat persinggahan pejabat pemerintah kolonial sekaligus diperuntukkan bagi Ratu Wilhelmina dan Putri Juliana yang direncanakan berkunjung ke Soppeng, namun kunjungan itu tidak pernah terlaksana karena situasi perang. Kini bangunan tersebut difungsikan sebagai Museum Latemmamala yang menyimpan berbagai koleksi sejarah dan budaya Soppeng.

Menurut Munadir, destinasi yang paling menarik perhatian keluarga asal Belanda itu adalah Taman Kalong.

"Mereka mengaku sangat takjub melihat ribuan kelelawar hidup berdampingan dengan masyarakat di tengah kota. Selama ini mereka mengenal kelelawar sebagai hewan yang menyeramkan, tetapi setelah melihat langsung, pandangan mereka berubah," ungkapnya.

Selain mengagumi fenomena Taman Kalong, para tamu juga memberikan apresiasi terhadap penataan Kota Watansoppeng yang dinilai bersih, rapi, dan nyaman.

"Mereka menilai kebersihan kota dan suasana yang tertata memberikan kesan positif selama berada di Soppeng. Ini menjadi kebanggaan bagi kita bahwa budaya, sejarah, dan lingkungan yang terjaga mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara," tutup Munadir.

(Red) 

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates