Forum K3SD Lalabata Jadi Ajang Penguatan Arah Pendidikan, Kadisdik Soppeng Tekankan Kolaborasi hingga Digitalisasi

Forum K3SD Lalabata Jadi Ajang Penguatan Arah Pendidikan, Kadisdik Soppeng Tekankan Kolaborasi hingga Digitalisasi


Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pertemuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Lalabata yang berlangsung di SDN 5 Mattiropole, Rabu (15/7/2026), tidak sekadar menjadi agenda rutin para kepala sekolah. Forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang penguatan kebijakan pendidikan, evaluasi, sekaligus penyamaan persepsi menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan sejumlah pesan strategis kepada para kepala sekolah. Mulai dari pentingnya membangun kolaborasi antarsatuan pendidikan, penerapan disiplin melalui sistem digital, hingga kesiapan sekolah menghadapi era transformasi teknologi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Dr. Nur Alim adalah kehadiran Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Soppeng yang untuk pertama kalinya mengikuti forum K3SD Kecamatan Lalabata. Menurutnya, keikutsertaan tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam memperluas jejaring komunikasi dan kerja sama antarlembaga pendidikan.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan dapat saling berbagi pengalaman dan praktik-praktik baik sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng dapat meningkat secara bersama-sama.

"Semakin banyak ruang untuk saling berbagi pengalaman, semakin besar peluang kita meningkatkan mutu pendidikan bersama," ujar Dr. Nur Alim.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan penjelasan terkait penerapan absensi digital SETARA yang belakangan menjadi perhatian di kalangan tenaga pendidik dan aparatur sipil negara.

Menurutnya, kehadiran sistem tersebut bukan dimaksudkan untuk menambah beban ataupun mempersulit guru dan ASN, melainkan sebagai instrumen untuk membangun budaya kerja yang lebih disiplin, akuntabel, dan efektif.

Dr. Nur Alim menegaskan bahwa disiplin merupakan salah satu fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada peserta didik. Karena itu, seluruh kebijakan yang diterapkan di lingkungan Dinas Pendidikan diarahkan untuk mendukung peningkatan profesionalisme aparatur dan tenaga pendidik.

Selain disiplin, ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi pendidikan. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari sehingga sekolah harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Pemanfaatan laptop, perangkat digital, serta berbagai aplikasi pembelajaran, kata dia, perlu menjadi bagian dari proses belajar mengajar agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

"Digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Sekolah harus siap memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif," tegasnya.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dr. Nur Alim juga mengajak seluruh sekolah untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

Ia meminta setiap sekolah melakukan pembenahan lingkungan, seperti membersihkan halaman, memperbaiki pagar, merawat taman, serta menciptakan suasana sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman sehingga dapat mendukung aktivitas belajar peserta didik.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, H. Andi Zulkarnain, dalam arahannya mengingatkan para kepala sekolah agar tidak terjebak dalam rutinitas administrasi yang berlebihan.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi pada minimnya regulasi, melainkan bagaimana memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

"Saat ini tantangan pendidikan bukan lagi kekurangan aturan, tetapi bagaimana memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada kualitas belajar anak," katanya.

Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), digitalisasi, serta perubahan karakter peserta didik yang menuntut kepala sekolah untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan.

Dalam pandangannya, kepala sekolah tidak cukup hanya menjadi administrator, tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong lahirnya berbagai inovasi di sekolah masing-masing.

Andi Zulkarnain turut mendorong agar forum K3SD tidak hanya dijadikan sebagai tempat penyampaian informasi atau kebijakan, tetapi berkembang menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antarsekolah.

Ia meyakini setiap sekolah memiliki keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya.

"Tidak ada sekolah yang sempurna. Tetapi setiap sekolah pasti memiliki praktik baik. K3SD harus menjadi tempat saling belajar, bukan sekadar tempat menyampaikan informasi," ujarnya.

Menutup arahannya, Andi Zulkarnain menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan tidak ditentukan oleh banyaknya rapat, dokumen, ataupun laporan administrasi yang dihasilkan.

Baginya, keberhasilan sesungguhnya terlihat dari perubahan positif yang dialami peserta didik, baik dari sisi pengetahuan, karakter, maupun semangat mereka untuk terus belajar.

"Ukuran keberhasilan kita bukan banyaknya rapat atau laporan yang disusun, tetapi ketika anak-anak pulang dari sekolah membawa ilmu, karakter yang baik, dan semangat untuk terus belajar. Itulah tujuan utama pendidikan," pungkasnya.

Pertemuan K3SD Kecamatan Lalabata tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Soppeng, sehingga berbagai kebijakan yang dijalankan tidak hanya berhenti pada tataran administrasi, tetapi benar-benar mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan dan menghasilkan peserta didik yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates