Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Siapa sangka, peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar secara sederhana di sebuah warung kopi di pusat Kota Watansoppeng justru menghadirkan suasana yang penuh makna dan kebersamaan.
Komunitas Warkop Camidu yang berlokasi di Jalan Kesatria, Watansoppeng, menggelar kegiatan makan bersama dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam.
Kegiatan ini mengusung tema, Dengan 1 muharram mari jaga persatuan dan kebersamaan. Pererat silaturahmi, Tumbuhkan kasi sayang dan saling menghargai.
Meski tanpa kemewahan dan seremonial yang berlebihan, kegiatan tersebut berhasil menghadirkan sejumlah tokoh penting, aktivis, politisi, pengusaha, hingga pemuda yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai bidang di Kabupaten Soppeng.
Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat sejak awal acara. Para peserta duduk bersama menikmati hidangan sederhana yang disiapkan oleh pengelola Warkop Camidu. Tidak ada sekat jabatan maupun status sosial. Semua larut dalam nuansa persaudaraan yang menjadi salah satu pesan utama dari peringatan Tahun Baru Islam.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Kepala Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal, Ketua Harian PSI Soppeng Adi Mannahawu, Ketua Markas Cabang LMP Soppeng Syaharuddin, Pegiat Kebijakan Publik Andi Ayyub, Ketua FKPPI Soppeng Muhtar Baso, Pengurus Golkar Askar Munir, pengusaha H. Mattawwafe, Ketua Bappilu NasDem Syamsul Bahri Anas, tokoh pemuda Akbar Affandi, Legislator Golkar H. Ismail, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi gambaran bahwa Warkop Camidu tidak sekadar menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai kalangan untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan memperkuat hubungan kemasyarakatan.
Owner Warkop Camidu, Anci Maratang, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Tahun Baru Islam merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini memang sederhana, tetapi yang terpenting adalah nilai kebersamaan dan silaturahmi yang bisa terus terjaga. Kami bersyukur banyak sahabat dan tokoh masyarakat yang meluangkan waktu untuk hadir bersama-sama merayakan Tahun Baru Islam," ujarnya.
Ia menambahkan, sejak awal Warkop Camidu hadir bukan hanya sebagai tempat usaha, melainkan juga sebagai ruang pertemuan yang terbuka bagi siapa saja. Karena itu, kegiatan-kegiatan bernuansa sosial dan kebersamaan akan terus didorong sebagai bagian dari kontribusi kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Markas Cabang LMP Soppeng, Syaharuddin, menilai bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak harus selalu dirayakan dengan kegiatan besar dan seremonial. Menurutnya, nilai utama yang perlu dijaga adalah semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
"Tahun Baru Islam mengajarkan kita tentang perubahan ke arah yang lebih positif. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kita bisa mempererat persaudaraan sekaligus merefleksikan perjalanan hidup agar menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.
Hal senada disampaikan Pegiat Kebijakan Publik Andi Ayyub. Selain mengapresiasi kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut, ia juga memuji hidangan yang disajikan kepada para peserta.
Menurutnya, suasana sederhana yang dipadukan dengan hidangan yang dinikmati bersama justru menghadirkan kesan kekeluargaan yang kuat. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat hubungan antar warga dan tokoh masyarakat.
Menariknya, meski hanya dilaksanakan di area belakang Warkop Camidu, acara berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban. Diskusi ringan, canda, serta berbagai pandangan mengenai kondisi sosial masyarakat menjadi warna tersendiri dalam pertemuan tersebut.
Bagi sebagian peserta, kegiatan itu bukan sekadar makan bersama. Lebih dari itu, peringatan 1 Muharram menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, menjaga silaturahmi, dan menumbuhkan optimisme menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Di tengah kesibukan masing-masing, para tokoh yang hadir menunjukkan bahwa kebersamaan tetap dapat dirajut melalui cara-cara sederhana.
Dan dari sebuah warung kopi di pusat Kota Watansoppeng, pesan tentang persaudaraan, toleransi, dan semangat hijrah kembali digaungkan dalam peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
(Red)


