Luwu Utara, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Pertanian.
Langkah ini ditandai dengan kunjungan Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP), Rustan Massinai, ke kantor Bupati pada Jumat (3/4/2026), untuk membahas pengembangan cetak sawah dan optimalisasi lahan pertanian.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyampaikan bahwa pengembangan cetak sawah menjadi salah satu prioritas daerah.
Pemerintah menargetkan pengembangan hingga 20.000 hektare, dengan 7.000 hektare yang siap dikerjakan pada tahun ini.
Menurut Bupati, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan lokal, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain cetak sawah, pemerintah daerah fokus pada pengembangan potensi irigasi bendung yang mencapai ±14.000 hektare.
“Program ini sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani kita,” ujar Bupati Andi Abdullah Rahim.
Dalam paparan Bupati, pengembangan cetak sawah dan optimalisasi lahan memiliki sejumlah manfaat strategis.
Pertama, meningkatkan produksi pangan daerah dan nasional. Kedua, membuka peluang kerja di sektor pertanian. Ketiga, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Keempat, memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan. Dan terakhir, mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang ada.
Kunjungan Kepala BPLIP Kementerian Pertanian ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Rustan Massinai menyatakan dukungannya terhadap program cetak sawah dan pengembangan irigasi sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Luwu Utara.
Bupati Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Luwu Utara sebagai daerah agraris yang maju dan berdaya saing.
“Mari kita dukung bersama, demi masa depan petani dan ketahanan pangan yang lebih baik,” tambahnya.
Dengan langkah strategis ini, Luwu Utara diharapkan menjadi salah satu daerah penghasil pangan utama di Sulawesi Selatan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
(Red)









