Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Jajaran Polres Soppeng melaksanakan pengamanan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar oleh jamaah Muhammadiyah di sejumlah wilayah di Kabupaten Soppeng, Jumat (20/3/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman, tertib, dan kondusif selama berlangsungnya rangkaian ibadah.
Pengamanan tersebut dilaksanakan di beberapa titik lokasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Kehadiran personel kepolisian di lapangan bertujuan untuk memastikan seluruh kegiatan ibadah berjalan lancar, sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kamtibmas yang dapat menghambat kekhusyukan masyarakat dalam beribadah.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan personel di berbagai lokasi guna melaksanakan pengamanan terbuka maupun tertutup, monitoring situasi, serta langkah-langkah penggalangan sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian.
Menurutnya, pengamanan dilakukan tidak hanya untuk menjaga ketertiban di sekitar lokasi ibadah, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan Shalat Idul Fitri lebih awal sesuai ketetapan organisasi Muhammadiyah.
“Personel kami diterjunkan di sejumlah titik untuk melaksanakan pengamanan, monitoring, serta penggalangan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk,” ujar Kapolres Soppeng.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri oleh jamaah Muhammadiyah di Kabupaten Soppeng tahun ini berlangsung di beberapa kecamatan dengan jumlah jamaah yang bervariasi.
Di Kecamatan Lalabata, pelaksanaan Shalat Idul Fitri digelar di beberapa masjid, antara lain Masjid Mujahidin Sewo, Masjid Uswatun Hasana, Masjid Al-Furqan Jerae, dan Masjid Al-Furqon Coppobukkang.
Di lokasi-lokasi tersebut, jumlah jamaah tercatat berkisar antara 100 hingga 400 orang di setiap titik.
Seluruh rangkaian kegiatan di Kecamatan Lalabata mendapat pengamanan dari personel Polsek Lalabata. Sejak sebelum pelaksanaan salat dimulai hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.
Sementara itu, di Kecamatan Donri-Donri, pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung di Masjid Nurul Yaqin dan Masjid Nurul Huda yang berada di Desa Leworeng.
Jumlah jamaah yang hadir di dua lokasi tersebut diperkirakan mencapai 50 hingga 300 orang.
Untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Donri-Donri turut diterjunkan guna melakukan pengamanan dan pemantauan secara langsung di lapangan.
Pengamanan yang dilakukan di wilayah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Soppeng dalam memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman, meskipun terdapat perbedaan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri antara Muhammadiyah dan pemerintah.
Di Kecamatan Liliriaja, pelaksanaan Shalat Idul Fitri jamaah Muhammadiyah digelar di Mushollah Nurul Amin Attang Benteng Lajoa, yang terletak di Kelurahan Jennae.
Sekitar 200 jamaah mengikuti pelaksanaan salat di lokasi tersebut. Personel Polsek Liliriaja juga hadir untuk melaksanakan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, lancar, dan penuh kekhidmatan.
Kapolres Soppeng menjelaskan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Fitri oleh jamaah Muhammadiyah tahun ini memang dilaksanakan lebih awal berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman organisasi tersebut dalam menetapkan awal bulan Hijriah.
Meski demikian, perbedaan waktu pelaksanaan itu tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Menurutnya, situasi di wilayah Kabupaten Soppeng secara umum tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif.
Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun potensi konflik sosial akibat adanya perbedaan waktu perayaan Idul Fitri tersebut.
“Meskipun terdapat perbedaan waktu pelaksanaan dengan pemerintah, situasi di wilayah Kabupaten Soppeng tetap aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun potensi konflik di tengah masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus melakukan langkah-langkah preventif dalam menjaga stabilitas kamtibmas, termasuk melalui pengamanan terbuka dan tertutup serta pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan.
Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ibadah keagamaan, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Kehadiran aparat kepolisian dalam pengamanan kegiatan keagamaan juga menjadi bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.
Selain menjaga keamanan, kehadiran polisi di lokasi kegiatan turut memberikan rasa tenang kepada jamaah serta menunjukkan komitmen Polri dalam merawat toleransi, ketertiban, dan kerukunan di tengah masyarakat.
Dengan pengamanan yang optimal dari jajaran Polres Soppeng, seluruh rangkaian pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H oleh jamaah Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Soppeng dapat berlangsung dengan aman, lancar, tertib, dan penuh khidmat.
Situasi yang tetap kondusif ini menjadi cerminan kuatnya kebersamaan, kedewasaan masyarakat, serta sinergi yang baik antara aparat keamanan dan warga dalam menjaga stabilitas daerah.
(Red)





