Masyarakat Pegunungan Cirowali Rayakan Idulfitri 1447 H dengan Penuh Kebahagiaan -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Masyarakat Pegunungan Cirowali Rayakan Idulfitri 1447 H dengan Penuh Kebahagiaan

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 20 Maret 2026, Maret 20, 2026 WIB Last Updated 2026-03-21T02:10:26Z
    masukkan script iklan disini

    Soppeng, Kabartujuhsatu.news,  Hari ini, Sabtu 21 Maret 2026, sebagian besar umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dengan penuh sukacita.


    Tak terkecuali masyarakat di pegunungan Cirowali, yang terletak sekitar 10 kilometer dari kota Watansoppeng, tepatnya di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.


    Mereka memulai hari kemenangan dengan menunaikan Salat Idulfitri secara berjamaah di Masjid Nuruttarbiyah.


    Di tengah udara pagi yang sejuk dan panorama pegunungan yang indah, ratusan warga berbondong-bondong menuju masjid.


    Suasana penuh khidmat dan kekhusyukan terlihat jelas, saat jamaah mengenakan pakaian terbaik mereka dan mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan syukur atas berakhirnya bulan Ramadan.


    Imam Shalat Id, Ustads Ahmad Ramadhan Al Fajri, memimpin salat dan menyampaikan khutbah. Dalam khutbahnya, Ustads Ahmad Ramadhan Al Fajri menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, memaafkan satu sama lain, dan meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.


    “Hari kemenangan ini adalah momentum untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati, dan memperkuat hubungan dengan sesama melalui indahnya memaafkan,” ungkapnya.


    Panitia sekaligus Ketua Pengurus Masjid Nuruttarbiyah Cirowali, Nurdin, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah atas dukungan dan sumbangan mereka untuk pembangunan masjid serta kebersamaan selama bulan suci Ramadan.


    Nurdin menambahkan, tema perayaan Idulfitri tahun ini adalah “Kembali ke fitrah, Kesucian hati, dan penguatan silaturahmi melalui indahnya memaafkan.”


    Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa, terutama saat momen saling bersalaman dan bermaafan setelah salat. Warga menyempatkan diri untuk menyampaikan permohonan maaf satu sama lain, menegaskan nilai kekeluargaan dan persaudaraan dalam komunitas.


    Tradisi lebaran di Cirowali tidak berhenti setelah salat. Masyarakat melanjutkan kunjungan ke rumah tetangga dan sanak saudara, membawa hidangan khas seperti burasa, lekku manu, dan aneka kue tradisional.


    Anak-anak tampak ceria mengenakan pakaian baru, berlarian dengan riang sambil menerima hadiah lebaran dari para kerabat, menambah keceriaan suasana hari raya.


    Keindahan alam pegunungan yang masih asri menambah kekhusyukan perayaan Idulfitri di Desa Mattabulu ini.


    Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, masyarakat setempat merayakan hari kemenangan ini dengan penuh kedamaian, kebahagiaan, dan rasa syukur.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini