Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Paddangeng pada malam hari menyebabkan banjir di Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, jumat malam (19/3).
Luapan air sungai merendam sejumlah titik permukiman warga, terutama di Dusun Tokare dan Dusun Lamangiso.
Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Kessing Zainuddin Laba.
Ia mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak malam di wilayah hulu mengakibatkan debit air Sungai Leworeng atau Paddangeng meningkat drastis hingga akhirnya meluap ke area permukiman masyarakat.
“Saat ini banjir melanda Dusun Tokare dan Dusun Lamangiso di Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, akibat luapan Sungai Leworeng/Paddangeng,” ungkapnya, Sabtu (20/3/2026).
Menurutnya, kondisi ini membuat warga mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Luapan air dikhawatirkan masih berpotensi bertambah apabila hujan kembali turun di daerah hulu, sehingga masyarakat diminta untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
Ia berharap warga tidak lengah dan terus memantau perkembangan kondisi air sungai.
Kewaspadaan dinilai penting agar masyarakat dapat segera melakukan langkah antisipasi apabila debit air kembali meningkat, terlebih bagi keluarga yang rumahnya berada di daerah rendah dan rawan terdampak banjir.
Selain meminta warga meningkatkan kewaspadaan, tokoh masyarakat tersebut juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah.
Menurutnya, langkah antisipasi sangat diperlukan untuk mencegah dampak banjir yang lebih besar, baik dalam bentuk penanganan darurat, pemantauan debit air, maupun upaya jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana banjir di wilayah tersebut.
“Perhatian pemerintah sangat kami harapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Banjir yang terjadi kali ini juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat menjelang pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
Warga berharap air tidak terus meluap hingga mencapai masjid, sehingga pelaksanaan ibadah tetap dapat dilakukan dengan aman dan nyaman.
“Shalat Idul Fitri kemungkinan dilakukan di masjid. Mudah-mudahan air tidak meluap hingga masjid,” katanya penuh harap.
Hingga saat ini, warga di Dusun Tokare dan Dusun Lamangiso terus memantau kondisi banjir sambil berharap air segera surut.
Masyarakat juga diimbau untuk mengutamakan keselamatan, menjaga anak-anak tetap berada di tempat aman, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila kondisi banjir semakin parah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai dapat memberikan dampak langsung bagi daerah permukiman di hilir.
Karena itu, koordinasi antara masyarakat, pemerintah Desa, dan instansi terkait sangat dibutuhkan agar penanganan banjir dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
(Red)
