Percepat Target Nol TBC 2029, Walikota Munafri Dampingi Wamenkes RI Tinjau Program "Hantu Mesra" Makassar
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Percepat Target Nol TBC 2029, Walikota Munafri Dampingi Wamenkes RI Tinjau Program "Hantu Mesra" Makassar

    Kabartujuhsatu
    Senin, 12 Januari 2026, Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-13T04:04:24Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news,  Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, dalam kunjungan kerja meninjau langsung pelaksanaan program penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kota Makassar. 


    Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan program prioritas Presiden RI di sektor kesehatan, khususnya percepatan eliminasi TBC nasional.


    Salah satu fokus utama kunjungan tersebut adalah inovasi layanan kesehatan Pemerintah Kota Makassar bertajuk “Hantu Mesra” (Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga), sebuah pendekatan jemput bola yang mengedepankan deteksi dini, edukasi, serta penanganan langsung kasus TBC di lingkungan masyarakat.


    Kegiatan berlangsung di Kantor Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Selasa (13/1/2026), dan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke rumah penyintas TBC serta kunjungan ke Puskesmas Ballaparang.


    Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa kunjungan ke Makassar bertujuan melihat secara langsung implementasi nyata pemerintah daerah dalam menjalankan strategi nasional pemberantasan TBC.


    “Hari ini saya bersama Pak Wali Kota meninjau langsung Puskesmas Ballaparang. Kami ingin memastikan arahan Presiden RI terkait pemberantasan tuberkulosis benar-benar dijalankan hingga ke tingkat layanan dasar,” ujarnya.


    Menurut Benyamin, program Hantu Mesra memiliki keunggulan karena menerapkan metode active case finding, di mana petugas kesehatan tidak menunggu pasien datang ke fasilitas layanan, melainkan aktif mendatangi rumah warga.


    “Petugas mengetuk pintu rumah warga, melakukan skrining, edukasi, dan jika ditemukan kasus TBC langsung diterapkan prinsip TOSS TB: Temukan, Obati, Sampai Sembuh,” jelasnya.


    Wamenkes juga mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, masuk dalam delapan provinsi prioritas nasional dengan jumlah kasus TBC tertinggi di Indonesia, bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, NTT, dan Sumatera Utara.


    Berdasarkan data tahun 2025, Kota Makassar mencatat 9.885 kasus TBC yang telah diobati. Seluruh kasus tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan tracing kontak erat terhadap anggota keluarga pasien.


    “Kalau ada hampir 10 ribu kasus, berarti ada ribuan rumah yang harus dikunjungi. Semua anggota keluarga akan diperiksa gratis, bukan hanya TBC, tetapi juga gula darah, tekanan darah, dan pemeriksaan rontgen,” katanya.


    Langkah ini dinilai penting untuk mendeteksi penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, gangguan paru, dan jantung sejak dini.


    Untuk mendukung efektivitas program jemput bola, Kementerian Kesehatan RI akan menyalurkan alat rontgen portabel yang ringan dan fleksibel digunakan hingga ke tingkat kelurahan dan rumah warga.


    “Beratnya hanya sekitar tiga kilogram, bisa dibawa ke puskesmas, kantor kelurahan, bahkan langsung ke rumah warga,” ungkap Benyamin.


    Khusus Kota Makassar, pemerintah pusat menargetkan penyaluran sekitar 20 unit rontgen portabel, dengan estimasi satu alat mampu melayani hingga 3.000 pasien per tahun.


    “Artinya, sekitar 60 ribu warga Makassar dapat menjalani pemeriksaan sepanjang tahun 2026,” tambahnya.


    Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah pusat terhadap upaya penanggulangan TBC di daerah.


    “Support dari Pak Wamen sangat luar biasa. Ini menjadi energi besar bagi kami untuk menyelesaikan persoalan TBC di Kota Makassar,” ujar Munafri.


    Menurutnya, program Hantu Mesra hadir sebagai solusi konkret untuk mengatasi tantangan sosial, terutama stigma dan ketakutan masyarakat untuk memeriksakan diri.


    “Ini bukan menunggu bola, tapi menjemput bola. Banyak warga yang enggan diperiksa atau takut diketahui sakit. Dengan metode mengetuk pintu rumah, pendekatan ini jauh lebih efektif,” jelasnya.


    Munafri menegaskan, Pemkot Makassar menargetkan nol TBC dalam 2–3 tahun ke depan, dengan intervensi serius dan kolaborasi lintas sektor.


    “Target kami jelas. Dengan kerja maksimal, mudah-mudahan pada 2029 TBC di Makassar bisa dituntaskan hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.


    Pemkot Makassar, lanjut Munafri, akan terus mendorong inovasi layanan kesehatan agar mudah diakses seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam menghadapi penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius seperti tuberkulosis.


    “Program kesehatan harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Inovasi dari Puskesmas Ballaparang ini adalah contoh nyata,” tutupnya.


    Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta pendekatan humanis melalui program Hantu Mesra, Kota Makassar optimistis mampu menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam percepatan eliminasi TBC.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini