Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullah Dibolehkan Keluar Rumah Tahanan KPK
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates


    Daftar Blog Saya

    Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullah Dibolehkan Keluar Rumah Tahanan KPK

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 30 Juli 2021, Juli 30, 2021 WIB Last Updated 2021-07-30T22:53:50Z
    masukkan script iklan disini

    Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullah yang ditahan KPK (Ist).

    Jakarta, Kabartujuhsatu.news,- Tersangka kasus suap Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah, dibolehkan keluar Rumah Tahanan KPK untuk mendapatkan pengobatan dari dokter spesialis.


    Kuasa hukum Abdullah, Arman Hanis, telah mengajukan permohonan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Makassar agar diberi izin untuk berobat di luar Rumah Tahanan KPK.


    "Kami sudah ajukan permohonan izinnya dan majelis hakim pengadilan telah mengabulkan permohonan kami karena klien kami itu harus berobat pada dokter spesialis," ujarnya.


    Pengajuan permohonan berobat itu dilakukan tim kuasa hukumnya pada sidang perdana kasus suap dan gratifikasi di Ruang Harifin Tumpa Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (22/7).



    Hanis menyatakan kliennya membutuhkan terapi ortopedi dan pengajuan itu juga setelah pihaknya mendapatkan rekomendasi dari dokter yang ditunjuk KPK.


    Lebih jauh terkait dalih penyakit NA itu, dia enggan membeberkan, dia hanya mengatakan jika pengobatan rutin kliennya itu harus ditangani dokter ortopedi.


    "Intinya dia memang membutuhkan pengobatan rutin dari dokter spesialis. Yaitu seorang dokter yang mengambil spesialisasi ortopedi," katanya.


    Sebelumnya, Abdullah didakwa telah menerima uang suap senilai 150.000 dolar Singapura (sekitar Rp1,596 miliar) dan Rp2,5 miliar dari terdakwa Agung Sucipto.


    Nurdin Abdullah selaku pejabat negara diduga menerima suap untuk memuluskan kontraktor Agung Sucipto dalam memenangkan proyek infrastruktur Jalan Palampang-Munte-Botolempangan poros Bulukumba-Sinjai, Sulawesi Selatan. (Antara).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini