Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pemulihan aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, mulai diarahkan pada penyediaan tempat berjualan sementara bagi pedagang terdampak kebakaran. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, kembali turun meninjau lokasi pada Selasa (27/10/2026) untuk memastikan penanganan pascakebakaran terus berjalan.
Pemerintah Kabupaten Soppeng menyiapkan area di belakang pasar yang terbakar sebagai lokasi pasar darurat. Fasilitas sementara tersebut diharapkan dapat digunakan pada hari pasar berikutnya sehingga pedagang tidak perlu terlalu lama menghentikan aktivitas usahanya.
Bagi Suwardi, percepatan pemulihan pasar menjadi hal penting karena kebakaran tidak hanya merusak tempat berjualan, tetapi juga berdampak pada mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan.
“Pedagang harus segera bisa kembali berjualan. Kami sementara menyiapkan tempat di belakang pasar yang terbakar. Mudah-mudahan pada hari pasar berikutnya, tempat itu sudah bisa digunakan,” kata Suwardi.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada personel Polres Soppeng, jajaran TNI, serta berbagai unsur masyarakat yang terlibat dalam pengamanan dan pembersihan sisa kebakaran.
Apresiasi turut diberikan kepada jajaran Pemkab Soppeng, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan para pelajar yang bergotong royong membersihkan area pasar.
Suwardi menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan dampak kebakaran. Sinergi tersebut diharapkan terus terjaga hingga aktivitas perdagangan masyarakat kembali normal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Soppeng, Bapak Dandim beserta seluruh personel yang turun langsung membantu pengamanan dan pembersihan sisa kebakaran. Terima kasih juga kepada jajaran Pemkab Soppeng, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para pelajar yang ikut bergotong royong membersihkan lokasi pasar hari ini,” ujarnya.
Selain menyiapkan pasar darurat, Pemkab Soppeng juga mengupayakan bantuan bagi pedagang yang mengalami kerugian besar akibat kebakaran. Namun, mekanisme dan bentuk bantuan tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Persoalan ini sebelumnya telah dibahas dalam rapat darurat secara daring yang dipimpin Suwardi pada Minggu (25/10/2026). Rapat tersebut melibatkan Penjabat Sekretaris Daerah dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM, Bappelitbangda, BPKPD, Dinas Sosial, BPBD, Satpol PP, Dinas PUPR, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa.
Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Suwardi menyebutkan bahwa kejadian kebakaran tersebut telah dilaporkan kepada gubernur untuk dibahas bersama, termasuk kemungkinan langkah pemulihan dalam jangka menengah dan panjang.
“Kejadian ini sudah kami laporkan kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan. Beliau berkomitmen untuk membahas penanganan bersama, termasuk langkah-langkah yang diperlukan untuk pemulihan dalam jangka menengah dan jangka panjang,” ungkapnya.
Kepada para pedagang dan warga yang terdampak, Suwardi meminta agar tetap bersabar menghadapi musibah tersebut. Pemerintah daerah berupaya agar aktivitas jual beli dapat segera berlangsung kembali melalui penyediaan lokasi sementara dan koordinasi penanganan lanjutan.
Dengan disiapkannya pasar darurat, para pedagang diharapkan memiliki kesempatan untuk kembali memperoleh penghasilan sembari menunggu proses pemulihan Pasar Sentral Batu-Batu lebih lanjut.
(Red)
