Vape “Getar” Diduga Menyasar Anak Muda Tanjungbalai, GAB Tantang Polda Sumut Bongkar Bandar Besarnya

Vape “Getar” Diduga Menyasar Anak Muda Tanjungbalai, GAB Tantang Polda Sumut Bongkar Bandar Besarnya


Tanjung Balai, Sumut, Kabartujuhsatu.news, Dugaan peredaran narkotika melalui cairan vape atau yang dikenal dengan sebutan “vape getar” di Kota Tanjungbalai mulai memantik keresahan. Gerakan Aktivis Bersatu (GAB) mendesak Polda Sumatera Utara bergerak cepat dan tidak membiarkan dugaan jaringan tersebut berkembang menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

GAB menilai modus peredaran narkotika melalui perangkat vape memiliki daya rusak yang cukup mengkhawatirkan. Bentuknya yang menyerupai produk vape biasa dinilai berpotensi membuat masyarakat, khususnya kalangan remaja, sulit mengenali kandungan berbahaya di dalamnya.

Ketua GAB, Rudi Bakti, S.T., meminta Kapolda Sumut dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut tidak hanya menyentuh pelaku di lapangan, tetapi membongkar rantai distribusi hingga ke pemasok dan pengendali.

“Ini menyangkut masa depan generasi muda. Kalau benar peredarannya semakin meluas, aparat harus bergerak cepat. Jangan sampai bandar besarnya tetap aman sementara yang ditangkap hanya pemain di lapangan,” tegas Rudi.

Menurut GAB, posisi Tanjungbalai sebagai wilayah pesisir dengan akses perairan membuat dugaan jalur masuk narkotika lintas daerah maupun lintas negara perlu mendapat perhatian khusus.

Dalam pernyataannya, GAB juga menyebut seorang berinisial AL alias Alung yang mereka duga memiliki peran dalam rantai pasokan “vape getar” di wilayah Tanjungbalai.

Meski demikian, tudingan tersebut merupakan pernyataan dari pihak GAB dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum. Kepastian mengenai identitas, peran, serta keterlibatan pihak yang disebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan dan alat bukti yang sah oleh aparat penegak hukum.

Wakil Ketua GAB, Risky Iswandi, S.H., meminta Polri tidak menutup kemungkinan melakukan koordinasi internasional apabila penyelidikan menemukan indikasi jaringan lintas negara.

“Jika memang ada keterkaitan dengan jaringan luar negeri, kami mendorong Polri berkoordinasi dengan Interpol. Jangan biarkan jaringan narkotika memanfaatkan wilayah pesisir sebagai jalur distribusi,” ujarnya.

Risky menegaskan, perang terhadap narkotika harus menyasar aktor utama, bukan sekadar memutus mata rantai paling bawah.

“Yang harus dibongkar adalah seluruh jaringannya. Siapa pemasok, siapa pengendali, dari mana barang masuk, dan ke mana distribusinya. Semua harus terang,” tegasnya.

GAB bahkan menyiapkan langkah lanjutan. Jika penanganan terhadap dugaan peredaran “vape getar” dinilai tidak menunjukkan perkembangan signifikan, mereka mengaku siap menggelar aksi demonstrasi di Markas Polda Sumut.

Aksi tersebut disebut sebagai bentuk tekanan publik agar aparat memberikan perhatian serius terhadap dugaan peredaran narkotika yang dinilai mengancam generasi muda.

Kini sorotan mengarah kepada Polda Sumut. Publik menunggu apakah dugaan peredaran “vape getar” tersebut akan mampu dibongkar hingga ke akar jaringan atau justru berhenti pada pelaku-pelaku di lapangan.

Satu hal yang pasti, jika dugaan tersebut terbukti, maka persoalannya bukan sekadar peredaran vape ilegal, melainkan ancaman narkotika dengan modus yang menyasar generasi muda dan berpotensi membuka jalur baru bagi jaringan peredaran gelap.

(Tim)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates