Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Jangan tunggu anak sakit baru diperiksa. Upaya deteksi dini kesehatan pelajar dilakukan UPTD Puskesmas Pacongkang bersama pihak sekolah melalui kegiatan skrining kesehatan di SD Negeri 91 Pacongkang, Desa Barang, Kecamatan Liliriaja, Selasa (22/9/2026).
Sejak pagi, para siswa menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Pacongkang. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya memantau kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak usia sekolah.
Kepala UPTD Puskesmas Pacongkang, Bdn Rustiah, S.ST, mengatakan skrining dilakukan untuk menemukan sedini mungkin gangguan kesehatan yang berpotensi memengaruhi aktivitas dan proses belajar siswa.
“Kegiatan ini untuk mencegah secara dini gangguan kesehatan di kalangan pelajar,” ujar Rustiah.
Tak sekadar menimbang berat badan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Tim kesehatan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan status gizi, mata, gigi, telinga, serta kondisi fisik umum.
Para siswa juga mendapatkan pengolesan fluor untuk membantu menjaga kesehatan gigi, sekaligus edukasi mengenai kebersihan diri dan pola makan sehat.
Rustiah menegaskan hasil pemeriksaan akan dicatat sebagai bagian dari pemantauan kesehatan peserta didik.
Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, anak akan mendapatkan tindak lanjut berupa pengobatan maupun rujukan sesuai kebutuhannya.
“Dengan deteksi dini, gangguan kesehatan maupun tumbuh kembang anak dapat segera diketahui dan ditangani,” katanya.
Ketua Komite SD Negeri 91 Pacongkang, Asriadi, A.Ma., S.Sos, mengapresiasi pelaksanaan skrining tersebut.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting karena anak-anak merupakan aset masa depan yang membutuhkan perhatian sejak dini.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dokter, perawat, tenaga terapis gigi dan mulut, nutrisionis, bidan, tenaga administrasi, serta seluruh petugas kesehatan yang terlibat.
“Melalui skrining kesehatan ini, kami ingin memastikan setiap anak tumbuh sehat, kuat, dan siap belajar. Gangguan kesehatan yang terdeteksi dini akan lebih mudah ditangani,” ujarnya.
Asriadi menyebut kegiatan tersebut juga meringankan orang tua karena anak-anak mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh tanpa biaya.
Ia berharap program serupa tidak berhenti pada kegiatan kali ini, tetapi dapat dilakukan secara rutin sebagai agenda pemantauan kesehatan anak sekolah.
“Semoga kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun demi tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Bagi pihak sekolah dan komite, skrining kesehatan bukan sekadar pemeriksaan sesaat. Hasilnya diharapkan menjadi pijakan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta didik terus terpantau, sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar secara optimal.
(Red)
