Surabaya, Kabartujuhsatu.news, Semangat membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan berkarakter terus dilakukan melalui latihan rutin pencak silat. Pesilat ASAD Cabe Rawit Rungkut Kidul kembali menggelar latihan bela diri bagi anak usia dini, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Miftahul Huda, Rungkut Kidul, Surabaya, tersebut diikuti belasan pesilat caberawit. Meski masih berusia dini, para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan pelatih.
Latihan tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknik bela diri. Para pesilat diperkenalkan dengan gerakan dasar pencak silat ASAD, latihan fisik ringan, serta berbagai aktivitas yang mendorong kedisiplinan dan kekompakan.
Pelatih ASAD, Purwanto, mengatakan pengenalan pencak silat sejak usia dini memiliki manfaat yang luas. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, latihan bela diri juga menjadi sarana membangun karakter anak.
“Belajar pencak silat mulai sejak dini, selain untuk kesehatan juga menanamkan kedisiplinan dan kebersamaan,” ujar Purwanto.
Menurutnya, pencak silat ASAD tidak semata-mata mengajarkan kemampuan bela diri. Di dalam proses latihan juga ditanamkan nilai mental, adab, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
Latihan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membentuk anak-anak yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, percaya diri, mampu bekerja sama, dan menjunjung nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan dan regenerasi pesilat di lingkungan PERSINAS ASAD. Pembinaan sejak usia dini dinilai penting agar keberadaan pencak silat tetap berkembang sekaligus nilai-nilai luhurnya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi para pesilat caberawit Rungkut Kidul, latihan bukan sekadar aktivitas olahraga. Di balik setiap gerakan dan latihan bersama, terdapat proses membangun kebiasaan positif sejak dini—disiplin dalam berlatih, menghargai sesama, serta tumbuh bersama dalam semangat kebersamaan.
(Redho)
