Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Soppeng memperkuat pembinaan generasi muda melalui Latihan Gabungan Palang Merah Remaja (PMR) Madya se-Kabupaten Soppeng Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Markas PMI Kabupaten Soppeng, Rabu (23/9/2026), tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026. Latihan mengusung tema “Meningkatkan Keterampilan, Mempererat Persaudaraan, Menuju Relawan yang Tangguh dan Berkarakter.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI dengan tema “Peduli, Bergerak, Bersama.” Selain meningkatkan keterampilan kepalangmerahan, latihan tersebut diarahkan untuk membentuk karakter generasi muda yang disiplin, peduli dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Sebanyak 80 peserta dari 40 sekolah se-Kabupaten Soppeng mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua PMI Kabupaten Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, yang juga Wakil Bupati Soppeng, hadir sekaligus mengukuhkan pengurus Forum Palang Merah Remaja (Forpis) PMI Kabupaten Soppeng.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan pin kepada Koordinator Ketua Forpis oleh Ketua PMI Kabupaten Soppeng.
Ketua Panitia Pelaksana, Misbah, mengatakan latihan gabungan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan teknis kepalangmerahan, tetapi juga pembentukan karakter anggota PMR.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir anggota PMR yang disiplin, peduli, bertanggung jawab dan memiliki jiwa kemanusiaan,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan menjadi ruang mempererat persaudaraan dan silaturahmi antarpelajar, membangun kerja sama serta menyiapkan generasi muda yang mampu mengambil peran dalam kegiatan kemanusiaan di sekolah maupun masyarakat.
Dalam amanatnya, Selle KS Dalle memberikan penekanan khusus mengenai makna menjadi relawan kemanusiaan.
Menurutnya, menjadi aktivis kemanusiaan tidak boleh dipandang sebatas aktivitas organisasi atau kegiatan seremonial. Kepedulian terhadap sesama harus tumbuh menjadi bagian dari karakter dan kehidupan sehari-hari.
“Menjadi aktivis kemanusiaan itu hanya sekali, setelah itu tidak pernah berhenti. Tidak ada istirahatnya, tidak ada pensiunnya, karena ini adalah panggilan jiwa, panggilan nurani,” ujarnya.
Ia meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi modal awal untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali pengetahuan dan pengalaman yang nantinya menjadi bekal dasar dalam menjalankan tugas mulia sebagai aktivis kemanusiaan,” katanya.
Selle juga mengingatkan bahwa gerakan kemanusiaan tidak dibatasi wilayah administrasi. Menjadi bagian dari PMI berarti menjadi bagian dari keluarga besar kemanusiaan yang memiliki jejaring persaudaraan lintas daerah hingga lintas negara.
Kepada pengurus Forpis yang baru dikukuhkan, Selle berharap keberadaan organisasi tersebut benar-benar menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antaranggotanya.
Forpis juga diharapkan mampu membangun kebersamaan antara anggota PMR dengan kelompok-kelompok relawan lainnya.
“Jangan sampai Forpis hanya menjadi nama organisasi. Jadikan sebagai ruang untuk memperkuat komunikasi, koordinasi dan kebersamaan,” pesannya.
Selle turut mengajak seluruh jajaran PMI dan relawan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi lingkungan, termasuk dampak kemarau panjang yang sedang berlangsung.
Menurutnya, momentum HUT ke-81 PMI juga harus dimanfaatkan sebagai ruang introspeksi dan evaluasi perjalanan organisasi.
Perayaan hari jadi, kata dia, tidak cukup hanya dengan seremoni. Momentum tersebut harus digunakan untuk melihat sejauh mana PMI telah menjalankan tujuan dan cita-cita kemanusiaan yang menjadi dasar organisasi.
“Kalau belum maksimal, maka kita harus melahirkan semangat baru dan komitmen baru untuk terus berbenah serta memperkuat organisasi agar semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Selle berharap seluruh peserta mengikuti latihan selama tiga hari dengan semangat, disiplin dan tanggung jawab.
Para pembina PMR juga diminta tetap menjaga komunikasi dan koordinasi setelah kegiatan berakhir agar semangat kebersamaan yang telah dibangun tidak berhenti setelah latihan selesai.
“Kalau semakin banyak relawan yang dilahirkan oleh PMI, maka akan semakin kuat PMI. Karena kekuatan PMI ada pada kerelawanan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris PMI Kabupaten Soppeng, Wakil Sekretaris PMI Kabupaten Soppeng, jajaran pengurus PMI, para pembina PMR Madya se-Kabupaten Soppeng, serta relawan KSR PMI Kabupaten Soppeng.
(Red)
