Lapas Perempuan Jakarta Perkuat Pengawasan, Pembinaan, hingga Edukasi Warga Binaan

Lapas Perempuan Jakarta Perkuat Pengawasan, Pembinaan, hingga Edukasi Warga Binaan


Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta terus memperkuat pengawasan sekaligus pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan yang menyentuh aspek keamanan, pencegahan narkotika, keterampilan, kesehatan, keagamaan hingga penyuluhan hukum.

Salah satu langkah deteksi dini dilakukan melalui tes urine terhadap WBP dan petugas lapas. Sebanyak 286 WBP dan 30 petugas mengikuti pemeriksaan tersebut. Senin (21/9/2026).

Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Plh. Kepala Lapas Perempuan Jakarta, Tian Agustiani, yang juga menjabat Kepala Seksi Binadik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala BNNK Jakarta Timur, Almas Bahrudin Arrasuli.

Tes urine menjadi bagian dari upaya pemetaan sekaligus deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Tak hanya mengedepankan aspek pengawasan, Lapas Perempuan Jakarta juga memberikan ruang bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan melalui pelatihan pembuatan Banana Soft Cookies bersama Yayasan Rumah Berbagi.

Dalam pelatihan tersebut, WBP diajak mengolah bahan sederhana menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan keterampilan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memiliki kemampuan produktif setelah menjalani masa pembinaan.

Di bidang kesehatan, Lapas Perempuan Jakarta bersama Tim Promkes RSU Pemasyarakatan Cipinang juga memberikan edukasi serta pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan bayi.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan wasting, sekaligus memastikan kesehatan serta tumbuh kembang anak tetap mendapatkan perhatian.

Sementara dari sisi keamanan, Lapas Perempuan Jakarta melaksanakan razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH). Razia tersebut menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus pencegahan masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas.

Penguatan pembinaan juga dilakukan melalui kegiatan keagamaan. WBP dan pegawai beragama Islam mengikuti Sholat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama memohon rahmat serta pertolongan Allah SWT agar diberikan keberkahan dan hujan yang membawa manfaat.

Kegiatan keagamaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui penguatan nilai-nilai spiritual.

Selain itu, Lapas Perempuan Jakarta memberikan penyuluhan hukum kepada warga binaan. Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai hukum, hak dan kewajiban, serta membantu WBP menjalani proses pembinaan dengan kesadaran yang lebih baik.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta tidak hanya bertumpu pada aspek pengamanan, tetapi juga mencakup pencegahan narkotika, peningkatan keterampilan, kesehatan, pembinaan kepribadian dan pemahaman hukum.

Dengan pendekatan tersebut, Lapas Perempuan Jakarta terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih dari narkotika, serta berorientasi pada proses pembinaan dan perubahan warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik.

(HSW)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates