Dapil DPR RI Sulsel 2029 Diwacanakan Jadi 4, Kursi Panas Mulai Diperebutkan

Dapil DPR RI Sulsel 2029 Diwacanakan Jadi 4, Kursi Panas Mulai Diperebutkan


Sulsel, Kabartujuhsatu.news, Wacana perubahan daerah pemilihan (Dapil) DPR RI Sulawesi Selatan menuju Pemilu 2029 mulai membuka babak baru pertarungan politik. Jika rancangan empat Dapil benar-benar terealisasi, peta perebutan kursi Senayan di Sulsel berpotensi berubah total.

Bukan hanya batas wilayah yang bergeser. Basis suara, strategi partai, posisi kandidat hingga peluang meraih kursi DPR RI ikut dipertaruhkan.

Dalam peta wacana yang beredar, 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan akan dikonfigurasi ke dalam empat Dapil, yakni Dapil 1, Dapil 2, Dapil 3 dan Dapil 4.

Wilayah yang disebut dalam rancangan tersebut meliputi Luwu Utara, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Luwu Timur, Palopo, Luwu, Enrekang, Sidrap, Wajo, Soppeng, Bone, Sinjai, Bulukumba, Selayar dan Bantaeng.

Konfigurasi baru tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah bagi partai politik. Nama besar saja tidak cukup. Mesin partai saja belum tentu aman. Basis suara pun bisa berubah nilainya ketika lawan dan wilayah pertarungan ikut berubah.

Para politisi yang selama ini mengandalkan kantong suara tertentu harus mulai menghitung ulang kekuatan. Sebab, ketika wilayah digabung atau dikonfigurasi ulang, kandidat yang sebelumnya menjadi penguasa suara di daerahnya bisa saja bertemu dengan kandidat lain yang memiliki jaringan politik sama kuat atau bahkan lebih besar.

Di sisi lain, perubahan Dapil bisa menjadi karpet merah bagi figur baru.

Politisi muda, tokoh daerah, mantan kepala daerah, pengusaha, hingga figur yang memiliki jaringan sosial kuat berpotensi melihat perubahan tersebut sebagai peluang untuk masuk dalam perebutan kursi DPR RI.

Pertarungannya pun bisa menjadi lebih keras.

Satu suara akan semakin mahal. Satu basis massa akan semakin berharga. Dan setiap kabupaten/kota bisa menjadi penentu.

Namun, publik perlu mencermati bahwa pembagian empat Dapil tersebut masih berupa wacana/rancangan yang beredar, bukan penetapan resmi Dapil Pemilu 2029. Karena itu, konfigurasi final masih bergantung pada proses dan keputusan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Meski belum final, wacana ini sudah cukup untuk memunculkan satu pertanyaan besar:

Jika peta pertarungan berubah, siapa yang sebenarnya paling diuntungkan?

Apakah petahana masih mampu mempertahankan kursinya?

Apakah partai-partai besar akan semakin dominan?

Atau justru muncul kejutan dari figur baru yang selama ini tidak diperhitungkan?

Yang jelas, jika empat Dapil benar-benar menjadi kenyataan, Pemilu 2029 Sulawesi Selatan tidak akan sekadar menjadi pertarungan antarpartai. Ini bisa menjadi pertarungan ulang seluruh peta kekuatan politik.

Dapil boleh berubah. Kursi tetap terbatas. Dan ketika kursi terbatas, pertarungan pasti semakin panas.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates