Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Lima pelajar yang hendak menikmati pemandangan di Puncak Lawengeng, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, sempat tersesat saat hendak turun dari lokasi tersebut, Minggu (16/8/2026).
Peristiwa yang masuk dalam laporan BPBD Kabupaten Soppeng itu terjadi sekitar pukul 18.40 Wita. Kelima pelajar tersebut diketahui datang ke Puncak Lawengeng untuk mengambil foto setelah melihat lokasi wisata tersebut melalui media sosial TikTok.
Kelima pelajar masing-masing Erick Aditya Tolan (13), Alif Ramaldani (13), Muh. Rifni (13), Muh. Raqil (13), serta Opan (9). Mereka merupakan pelajar SMPN 1 Lilirilau dan SDN 100 Dare Bunga-Bungae.
Awalnya, kelima anak tersebut berencana naik ke Puncak Lawengeng sekitar pukul 16.00 Wita. Namun saat hendak kembali, mereka tidak menemukan petunjuk jalan sehingga tersesat.
Dalam kondisi tersebut, mereka kemudian melakukan siaran langsung melalui TikTok untuk meminta pertolongan agar dapat segera dievakuasi.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim BPBD Kabupaten Soppeng bersama aparat kepolisian dan pemerintah setempat. Setelah dilakukan pencarian, kelima pelajar berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kelima anak tersebut kemudian dijemput oleh orang tua masing-masing pada pukul 22.48 Wita.
Kabar mengenai lima pelajar yang tersesat tersebut sempat viral di media sosial. Bahkan, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan turut menghubungi BPBD Kabupaten Soppeng untuk mengetahui perkembangan proses evakuasi.
Tidak ada korban jiwa maupun korban terdampak dalam kejadian tersebut. Kerugian material juga nihil.
BPBD Kabupaten Soppeng mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, agar tidak melakukan aktivitas pendakian atau berkunjung ke kawasan seperti Puncak Lawengeng tanpa pendamping yang memahami medan.
Melalui Akbar Siraje, BPBD Kabupaten Soppeng berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Jika ingin berkunjung atau mendaki ke lokasi tersebut, sebaiknya didampingi orang yang memahami medan atau mengikuti jalur yang telah ditentukan,” demikian imbauan BPBD.
BPBD juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi lokasi dan memastikan adanya pendamping atau petunjuk jalur sebelum melakukan aktivitas di kawasan perbukitan dan tempat wisata alam.
(Red)
