Percut Sei Tuan, Kabartujuhsatu.news, Suasana dini hari yang seharusnya tenang mendadak berubah mencekam. Sebuah aksi misterius terjadi di Dusun 5, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, saat papan (plank) milik organisasi Pemuda Pancasila Anak Ranting 05 ditemukan dalam kondisi hancur berantakan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu sontak menghebohkan warga sekitar. Dugaan kuat mengarah pada aksi yang dilakukan secara sengaja oleh orang tak dikenal (OTK), yang diduga memiliki motif tertentu di balik pengerusakan tersebut.
Menurut keterangan warga yang sempat melihat kejadian, suasana saat itu gelap dan sepi. Namun, beberapa orang terlihat mendekati lokasi plank sebelum akhirnya terdengar suara benturan keras.
“Kejadiannya cepat, sekitar dini hari. Ada yang datang, lalu tidak lama kemudian plank itu sudah rusak,” ujar seorang saksi yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi plank yang rusak parah memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut bukan sekadar vandalisme biasa. Banyak pihak menilai tindakan ini mengarah pada bentuk provokasi yang berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Tak butuh waktu lama, kabar pengerusakan ini langsung sampai ke jajaran pengurus Pemuda Pancasila Kecamatan Percut Sei Tuan. Reaksi keras pun muncul.
Melalui Wakil Ketua I, Bung Kamiso, pihak PAC Pemuda Pancasila menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam menghadapi tindakan yang dinilai telah mencederai kehormatan organisasi.
“Ini bukan hanya soal plank yang dirusak. Ini menyangkut marwah dan harga diri organisasi kami. Kami mengecam keras tindakan ini dan akan segera melaporkan ke pihak kepolisian,” tegasnya dengan nada serius.
Pihaknya juga mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat dan profesional dalam mengusut kasus ini. Mereka khawatir jika tidak segera ditindak, kejadian ini bisa memicu keresahan lebih luas di tengah masyarakat.
“Kami berharap polisi tidak tutup mata. Siapa pun pelakunya harus bertanggung jawab,” tambahnya.
Di sisi lain, warga sekitar juga ikut angkat suara. Mereka menilai tindakan pengerusakan simbol organisasi secara diam-diam di tengah malam merupakan perbuatan yang tidak bisa ditoleransi.
Sejumlah warga bahkan menyebut kejadian ini sebagai bentuk “teror simbolik” yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial di lingkungan tersebut.
Hingga saat ini, motif di balik aksi pengerusakan tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Apakah murni vandalisme, atau ada unsur provokasi yang disengaja?
Sementara itu, PAC Pemuda Pancasila Percut Sei Tuan memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Langkah hukum pun tengah disiapkan untuk memastikan pelaku segera diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini kini menjadi sorotan dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Publik pun menunggu langkah tegas aparat kepolisian dalam mengungkap misteri di balik aksi dini hari yang mengundang amarah tersebut.
(RZ)
