Setahun Kepemimpinan Firdaus–Hengky, Kemiskinan di Takalar Turun Signifikan, Pengangguran dan Ketimpangan Ikut Menyusut
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Setahun Kepemimpinan Firdaus–Hengky, Kemiskinan di Takalar Turun Signifikan, Pengangguran dan Ketimpangan Ikut Menyusut

    Kabartujuhsatu
    Senin, 02 Maret 2026, Maret 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T03:52:05Z
    masukkan script iklan disini


    Takalar, Kabartujuhsatu.news,– Pemerintah Kabupaten Takalar mencatat capaian kinerja yang signifikan pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Wakil Bupati Hengky Yasin periode 2025–2030.


    Fokus utama dalam refleksi satu tahun kerja menunjukkan keberhasilan nyata dalam menekan angka kemiskinan, pengangguran, serta memperbaiki ketimpangan ekonomi daerah.


    Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Refleksi Setahun Hari Kerja yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati, Senin (2/3/2026).


    Acara ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pemaparan arah pembangunan Kabupaten Takalar ke depan.


    Berdasarkan data statistik terbaru, tingkat kemiskinan di Kabupaten Takalar mengalami penurunan signifikan. Pada tahun 2024, angka kemiskinan tercatat sebesar 7,75 persen. Kini, di tahun pertama pemerintahan Firdaus–Hengky, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 7,27 persen.


    Penurunan 0,48 persen ini dinilai sebagai indikator kuat bahwa program perlindungan sosial, penguatan UMKM, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan.


    “Angka-angka statistik ini membuktikan bahwa arah kebijakan kita sudah tepat. Kita membangun pondasi yang kokoh untuk masa depan Takalar,” demikian ditegaskan dalam laporan capaian yang dipaparkan dalam forum tersebut.


    Tidak hanya kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka di Takalar juga mengalami perbaikan. Jika pada 2024 berada di angka 3,84 persen, kini turun menjadi 3,76 persen.


    Sementara itu, indikator ketimpangan ekonomi yang tercermin dalam Gini Rasio juga menunjukkan tren positif. Angka Gini Rasio menurun dari 0,385 menjadi 0,34. Penurunan ini mengindikasikan distribusi pendapatan yang semakin merata di tengah masyarakat.


    Para analis menilai, perbaikan ini tidak terlepas dari strategi pembangunan yang menekankan pada sektor produktif, penciptaan lapangan kerja, serta kolaborasi lintas sektor.


    Sebagai kelanjutan dari penguatan fondasi ekonomi, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye mencanangkan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat integrasi layanan pemerintahan dalam satu atap, guna mempercepat proses administrasi dan meningkatkan kemudahan investasi.


    MPP diharapkan menjadi simbol transformasi birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.


    Selain itu, pemerintah daerah juga memperkenalkan konsep “Gerbang Transformasi” sebagai ikon baru Kabupaten Takalar. Desain futuristik gerbang tersebut diharapkan menjadi representasi semangat perubahan dan modernisasi daerah.


    Namun, Bupati mengingatkan bahwa pembangunan fisik semata tidak cukup.


    “Transformasi daerah yang sesungguhnya harus berakar dari perubahan mental dan paradigma para aparaturnya,” ujar Bupati dalam sambutannya.


    Dalam momentum refleksi tersebut, kepemimpinan Firdaus–Hengky juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Secara simbolis, dilakukan penyerahan 100 buku sebagai bagian dari gerakan literasi daerah.


    Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Takalar tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengetahuan masyarakat.


    Di sisi lain, Bupati terus berkomitmen memperluas jejaring promosi potensi daerah. Upaya memperkenalkan sektor unggulan Takalar dilakukan untuk menarik dukungan pembangunan dan investasi yang lebih luas, baik dari pemerintah pusat maupun pihak swasta.


    Acara yang dimulai pukul 15.00 WITA itu berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, serta tokoh masyarakat.


    Seluruh tamu undangan tampil kompak mengenakan busana muslim putih, mencerminkan semangat persatuan dan kesederhanaan.


    Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama, yang menjadi simbol penguatan silaturahmi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.


    Tahun pertama kepemimpinan Firdaus–Hengky menjadi fase konsolidasi kebijakan dan penataan fondasi pembangunan. Penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan menjadi indikator awal bahwa arah kebijakan yang ditempuh berada di jalur yang tepat.

    Dengan komitmen transformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur pelayanan publik, serta investasi pada literasi dan sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Takalar menargetkan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan dalam lima tahun ke depan.


    Takalar kini tidak hanya berbicara tentang capaian statistik, tetapi tentang upaya membangun masa depan yang lebih merata dan berdaya saing.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini