Makassar, Kabartujuhsatu.news, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa UIN Alauddin Makassar dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten. Rabu (25/2/2026).
Abd Jabbar, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), berhasil meraih Terbaik I Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada MTQ Kabupaten Kepulauan Selayar ke-34 yang digelar pada 14 Februari 2026.
Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Kabupaten Kepulauan Selayar ke-34 tersebut berlangsung di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar dan diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan serta lembaga pendidikan.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan yang bertujuan untuk memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus mengembangkan potensi generasi muda dalam berbagai cabang perlombaan berbasis keislaman dan akademik.
Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) dikenal sebagai kategori yang menuntut kapasitas akademik tinggi.
Peserta tidak hanya diuji dari sisi pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an, tetapi juga ditantang untuk menghadirkan analisis kritis, metodologi penelitian yang sistematis, serta relevansi tema dengan persoalan sosial kemasyarakatan kontemporer.
Dalam kompetisi tersebut, Abd Jabbar tampil meyakinkan dengan karya tulis yang dinilai memiliki struktur argumentasi yang kokoh dan sistematika penulisan yang tertata rapi.
Dewan juri memberikan apresiasi atas kedalaman analisis yang ditampilkan, termasuk ketepatan dalam penggunaan sumber rujukan yang memperkuat landasan teoritis dan konseptual penelitian.
Keunggulan karya tersebut terletak pada kemampuannya mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pendekatan akademik yang kontekstual.
Tema yang diangkat dinilai relevan dengan tantangan masyarakat saat ini, sehingga tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga solutif dan aplikatif.
Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar memiliki kompetensi yang tidak hanya terbatas pada aspek kebahasaan dan kesastraan Arab.
Lebih dari itu, mereka mampu mengembangkan kajian ilmiah berbasis Al-Qur’an secara komprehensif dan terukur.
Prestasi Abd Jabbar turut mengharumkan nama fakultas dan universitas di tingkat daerah.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi ilmiah maupun keagamaan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Semangat, konsistensi belajar, dan dedikasi yang ditunjukkan Abd Jabbar mencerminkan potensi besar generasi muda akademisi Islam dalam menjawab tantangan zaman melalui pendekatan ilmiah yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an.
Sumber: Humas UIN



