Makassar, Kabartujuhsatu.news, Kepercayaan kembali diberikan kepada dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dalam ajang akademik tingkat nasional. Rabu (25/2/2026).
Tiga dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris (BSI), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), dipercaya menjadi dewan juri pada Olympic Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan.
Keterlibatan dosen UIN Alauddin Makassar dalam ajang tersebut menjadi bukti pengakuan atas kompetensi akademik dan profesionalisme mereka di bidang bahasa Inggris.
OlympicAD VIII sendiri merupakan kompetisi nasional yang diikuti oleh jejaring pendidikan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, ketiga dosen BSI FAH bertugas sebagai dewan juri pada cabang lomba Ismu in English, salah satu kategori yang menitikberatkan pada kemampuan literasi, penguasaan materi, serta keterampilan komunikasi akademik dalam bahasa Inggris.
Proses penilaian dilakukan secara komprehensif dan objektif. Para juri mengevaluasi berbagai aspek penting, mulai dari ketepatan isi materi, kedalaman analisis, kemampuan berbahasa, hingga performa peserta dalam menyampaikan gagasan secara komunikatif, sistematis, dan akademik.
Penilaian tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis serta keterampilan presentasi yang mumpuni dalam konteks global.
Olympic Ahmad Dahlan merupakan olimpiade tingkat nasional yang secara konsisten menjadi ruang kompetisi akademik bagi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di bawah jejaring Muhammadiyah.
Ajang ini tidak sekadar menjadi wadah unjuk prestasi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan integritas, dan pengembangan potensi generasi muda dalam berbagai bidang keilmuan.
Penyelenggaraan OlympicAD VIII di Makassar turut memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat kegiatan akademik nasional di kawasan Indonesia Timur.
Partisipasi dosen UIN Alauddin Makassar sebagai dewan juri pada ajang nasional ini memberikan dampak positif terhadap penguatan reputasi institusi di ranah akademik eksternal.
Keterlibatan tersebut sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kompetisi berbasis bahasa dan literasi global.
Sinergi antara UIN Alauddin Makassar dan Universitas Muhammadiyah Makassar mencerminkan semangat kolaboratif antar lembaga pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ke depan, partisipasi aktif dalam forum dan kompetisi akademik nasional diharapkan dapat terus memperkokoh kerja sama lintas institusi serta melahirkan generasi muda yang unggul, kompetitif, dan berwawasan kebangsaan.
Sumber: Humas UIN



