Banjir Kembali Rendam Jember, Korwil BEM Nusantara Jatim Desak Pemerintah dan Satgas Bergerak Lebih Sigap
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Banjir Kembali Rendam Jember, Korwil BEM Nusantara Jatim Desak Pemerintah dan Satgas Bergerak Lebih Sigap

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 13 Februari 2026, Februari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T00:59:53Z
    masukkan script iklan disini


    Jember, Kabartujuhsatu.news, Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Jember pada Kamis (1/2/2026) akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa hari terakhir.


    Peristiwa ini menjadi kejadian berulang dalam dua bulan terakhir, memunculkan kekhawatiran masyarakat serta sorotan berbagai elemen, termasuk mahasiswa.


    Koordinator Wilayah Se-Tapal Kuda BEM Nusantara Jawa Timur, Alfin Maulana, menyampaikan pernyataan tegas terkait kondisi tersebut.


    Ia menilai persoalan banjir di Jember membutuhkan langkah penanganan yang lebih komprehensif, cepat, dan berkelanjutan.


    Menurut Alfin, banjir bukan hanya persoalan genangan air yang merendam permukiman warga. Lebih dari itu, bencana ini menyangkut keselamatan, stabilitas ekonomi, hingga masa depan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.


    “Setiap kali banjir terjadi, ada aktivitas ekonomi yang terhenti, ada anak-anak yang terhambat pendidikannya, serta keluarga yang hidup dalam kekhawatiran dan ketidakpastian. Ini bukan sekadar persoalan air meluap, tetapi menyangkut nasib dan nyawa masyarakat,” ujarnya. Jum'at (13/2/2026). 


    Dalam beberapa titik di Jember, banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengganggu akses transportasi serta aktivitas sosial masyarakat.


    Kondisi ini dinilai sebagai sinyal bahwa permasalahan banjir memerlukan solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara.


    Selain merendam kawasan permukiman, banjir juga berdampak pada kerusakan infrastruktur. Sejumlah ruas jalan dilaporkan rusak, berlubang, bahkan tergerus arus air.


    Kerusakan jalan ini dinilai membahayakan pengguna jalan serta menghambat mobilitas masyarakat. Akses distribusi logistik, aktivitas ekonomi, hingga layanan darurat berpotensi terganggu apabila perbaikan tidak segera dilakukan.


    Alfin menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur akibat banjir tidak boleh dianggap sebagai dampak sampingan semata. Menurutnya, percepatan perbaikan jalan dan fasilitas publik harus menjadi bagian integral dari penanganan bencana.


    Alfin juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jember yang telah membentuk Satgas Penanggulangan Banjir sebagai bentuk keseriusan dalam menghadapi bencana.


    Namun demikian, ia menilai bahwa pembentukan satgas perlu diiringi dengan evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan yang selama ini dilakukan. Tanpa evaluasi dan strategi jangka panjang, banjir berulang dikhawatirkan akan terus menjadi persoalan tahunan tanpa solusi permanen.


    “Penanganan bencana hendaknya tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif dan solutif. Satgas harus bergerak cepat, sigap, dan hadir langsung di tengah masyarakat tanpa terhambat prosedur administratif yang berbelit,” ujarnya.


    Dalam pernyataannya, Alfin menekankan pentingnya fokus pada mitigasi jangka panjang. Penanganan banjir, menurutnya, tidak cukup hanya dengan distribusi bantuan sembako.


    Langkah konkret seperti normalisasi saluran air, perbaikan sistem drainase, pengendalian tata ruang, serta kebijakan pembangunan berbasis keberlanjutan harus menjadi prioritas.


    “Bantuan darurat memang penting, tetapi yang lebih mendesak adalah langkah nyata untuk meminimalisir potensi banjir di masa mendatang,” tambahnya.


    Sebagai Koordinator Wilayah Se-Tapal Kuda BEM Nusantara Jawa Timur, Alfin menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan penanganan bencana.


    Ia mendorong adanya evaluasi terbuka, langkah strategis yang terukur, percepatan perbaikan infrastruktur terdampak, serta sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.


    “Kami siap mengawal dan berkontribusi secara konstruktif demi terwujudnya penanganan bencana yang lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.


    Dengan intensitas hujan yang masih berpotensi tinggi, masyarakat berharap pemerintah dan satgas dapat bertindak lebih sigap agar persoalan banjir di Jember tidak terus berulang dan menjadi ancaman tahunan bagi keselamatan warga.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini