Makassar, Kabartujuhsatu.news, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali mencatatkan momen bersejarah melalui pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Angkatan 116.
Kegiatan yang digelar di Gedung Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar pada Kamis (12/2/2026) ini menjadi wisuda perdana yang dilaksanakan universitas pada tahun 2026.
Sebanyak 750 wisudawan secara resmi dikukuhkan dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Para lulusan tersebut berasal dari delapan fakultas serta program pascasarjana, mencerminkan keberagaman disiplin ilmu yang terus berkembang di lingkungan kampus hijau tersebut.
Sidang senat secara resmi dibuka oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Mardan, M.Ag. Prosesi akademik berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan surat keputusan kelulusan, pengukuhan wisudawan, hingga penyematan tanda kelulusan sebagai simbol resmi peralihan status mahasiswa menjadi alumni.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, para Dekan, hingga Direktur Pascasarjana. Kehadiran para pimpinan menjadi wujud penghormatan serta apresiasi atas perjuangan akademik para mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh wisudawan.
Ia menekankan pentingnya keberanian dan kreativitas dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Jangan menggunakan cara-cara biasa jika ingin menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” tegas Rektor di hadapan para lulusan.
Menurutnya, para alumni harus menjadi pribadi yang adaptif dan mampu menaklukkan tantangan zaman.
Ia mengingatkan agar para sarjana baru tidak membiarkan keraguan menghambat langkah, serta tetap produktif dalam mencari solusi atas dinamika kehidupan pasca-kampus.
Rektor juga menegaskan bahwa lulusan UIN Alauddin Makassar diharapkan menjadi representasi nilai moderasi, keilmuan, serta integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro AAKK UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Muflih B Fattah, M.M., membacakan daftar wisudawan berprestasi Angkatan 116.
Prestasi gemilang diraih oleh Sitti Nurannisa Arman, S.H. dari Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, yang berhasil meraih predikat Terbaik I tingkat universitas dengan IPK sempurna 4,00.
Adapun daftar lulusan terbaik Program Sarjana (S1) sebagai berikut:
Terbaik I: Sitti Nurannisa Arman, S.H. (Hukum Keluarga Islam, FSH) – IPK 4,00
Terbaik II: Nur Islah Kurnila, S.Pd. (Pendidikan Agama Islam, FTK) – IPK 3,99
Terbaik III: Muhammad Fajar Alamsyah, S.Sos. (Manajemen Dakwah, FDK) – IPK 3,97
Terbaik IV: Haerul, S.Ag. (Ilmu Hadis, FUF) – IPK 3,93
Terbaik V: Magfira, S.Hum. (Sejarah dan Peradaban Islam, FAH) – IPK 3,92
Terbaik VI: Nurhidayah, S.M. (Manajemen, FEBI) – IPK 3,89
Terbaik VII: Nurul Istiqamah, S.K.M. (Kesehatan Masyarakat, FKIK) – IPK 3,84
Terbaik VIII: Nur Handayani Zain, S.Si. (Fisika, FST) – IPK 3,80
Selain itu, pada jenjang Diploma (D3), Adela Rizky, A.Md.Keb. dari Jurusan Kebidanan berhasil meraih IPK 3,95.
Sementara pada Program Pascasarjana, predikat terbaik diraih oleh Asriani, M.E. (S2 Ekonomi Syariah) dan Dr. Sitti Fatimah Sangkala Sirate (S3 Dirasat Islamiyah) yang keduanya mencatatkan IPK sempurna 4,00.
Setelah prosesi pengukuhan, acara dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Alumni yang dipimpin oleh perwakilan wisudawan. Momen ini menjadi simbol komitmen moral dan akademik para lulusan dalam menjaga nama baik almamater.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penyerahan daftar nama alumni kepada Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) UIN Alauddin Makassar, Dr. Drs. H. Arifuddin Siraj, M.Pd. Prosesi tersebut menjadi tanda resmi bergabungnya para wisudawan dalam keluarga besar alumni universitas.
Melalui pengukuhan Angkatan 116 ini, UIN Alauddin Makassar berharap para lulusan mampu membawa misi intelektualisme dan moderasi Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih dari sekadar gelar akademik, para alumni dituntut untuk mentransformasikan ilmu yang diperoleh menjadi solusi nyata yang memberikan dampak luas bagi kemaslahatan umat dan bangsa.
Wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar. Dengan bekal ilmu, integritas, dan nilai-nilai keislaman yang moderat, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di berbagai sektor kehidupan.
(Red)



