Pelayanan Ala Hotel, Disdukcapil Makassar Hadirkan Wajah Baru Layanan Publik yang Nyaman dan Inklusif
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Pelayanan Ala Hotel, Disdukcapil Makassar Hadirkan Wajah Baru Layanan Publik yang Nyaman dan Inklusif

    Kabartujuhsatu
    Selasa, 06 Januari 2026, Januari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-01-06T09:22:29Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news,– Pelayanan publik di Kota Makassar terus mengalami transformasi signifikan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar kini menghadirkan standar layanan yang tak lagi kaku dan birokratis, melainkan mengedepankan kenyamanan, keramahan, dan inklusivitas layaknya pelayanan di sebuah hotel modern.


    Kantor Disdukcapil Makassar kini tampil dengan wajah baru. Ruang pelayanan didesain lebih rapi, bersih, dan representatif, menciptakan suasana yang nyaman bagi warga yang mengurus dokumen administrasi kependudukan. 


    Konsep “pelayanan ala hotel” bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui pembenahan menyeluruh fasilitas dan sistem layanan.


    Tak hanya fokus pada kecepatan pengurusan dokumen, Disdukcapil Makassar juga memperhatikan aspek humanis dalam pelayanan.


    Warga yang menunggu antrean disuguhi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari minuman kopi, teh, air mineral, hingga camilan. Bahkan, menu khusus disediakan setiap hari Jumat sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat.


    Kepala Disdukcapil Kota Makassar, Muh Hatim, menjelaskan bahwa transformasi pelayanan ini merupakan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas layanan publik yang ramah bagi semua kalangan, termasuk kelompok rentan.


    “Disdukcapil Makassar menghadirkan pelayanan ramah disabilitas dengan akses khusus, loket layanan disabilitas, serta ruang menyusui yang nyaman bagi ibu dan anak,” ujar Hatim, Selasa (6/1/2026).


    Ia menegaskan, seluruh ruang pelayanan didesain agar lebih tertib, bersahabat, dan inklusif, sehingga masyarakat dapat mengurus dokumen tanpa rasa cemas atau terdiskriminasi.


    “Inilah wajah baru pelayanan kependudukan di Kota Makassar, lebih dekat, lebih ramah, dan lebih bermartabat,” tambahnya.


    Menurut Hatim, pelayanan publik tidak boleh lagi dipandang sebatas kewajiban administratif, melainkan harus menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah yang melayani masyarakat dengan empati, profesionalisme, dan rasa hormat.


    “Dengan semangat pelayanan Dukcapil ala hotel, kami ingin masyarakat yang datang ke Dukcapil tidak hanya mengurus dokumen, tetapi juga merasakan kenyamanan dan pelayanan yang manusiawi,” tegasnya.


    Gagasan pelayanan ala hotel ini, lanjut Hatim, lahir dari pengalaman pribadinya saat mengakses berbagai layanan, baik layanan publik maupun swasta.


    Ia menilai pelayanan pemerintah tidak boleh tertinggal jauh dari sektor swasta, meski menyadari adanya keterbatasan anggaran dan fasilitas.


    “Saya sering mengakses layanan publik dan melihat masih banyak yang perlu dibenahi. Dari situ saya belajar, mulai dari dekorasi ruangan, ruang tunggu, area bermain anak, hingga alur pelayanan,” ungkapnya.


    Ia juga menyoroti tantangan pelayanan pemerintah yang minim kompetisi. Berbeda dengan sektor swasta yang dituntut memberikan pelayanan terbaik agar tidak ditinggalkan pelanggan, layanan pemerintah kerap berada di zona nyaman.


    “Justru karena masyarakat pasti datang ke Dukcapil, maka tanggung jawab kami lebih besar untuk memberikan pelayanan terbaik,” katanya.


    Sebagai bagian dari pembenahan, ruang tunggu kini dilengkapi area bermain anak, ruang menyusui, serta fasilitas ramah disabilitas. Seluruh area pelayanan yang digunakan saat ini merupakan hasil renovasi total.


    Kantor Disdukcapil Makassar bahkan sempat ditutup lebih dari satu bulan demi proses penataan ulang sebelum kembali dibuka untuk pelayanan publik.


    Di sisi lain, untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, Disdukcapil Makassar telah mengarahkan sebagian besar layanan administrasi kependudukan agar dapat diselesaikan di tingkat kecamatan.


    Kantor Disdukcapil kota kini lebih fokus menangani layanan tertentu yang tidak dapat diselesaikan di kecamatan.



    “Yang datang ke kantor kota saat ini adalah layanan-layanan khusus yang memang tidak bisa ditangani di kecamatan,” jelas Hatim.


    Tak hanya mengandalkan pelayanan di kantor, Disdukcapil Makassar juga aktif menghadirkan layanan jemput bola melalui mobil layanan keliling.


    Layanan ini rutin hadir di berbagai ruang publik, termasuk saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), untuk memudahkan warga mengurus dokumen tanpa harus meninggalkan aktivitas kerja di hari biasa.


    “Pelayanan harus hadir di tengah aktivitas masyarakat. CFD adalah ruang publik tempat warga berkumpul, jadi kami hadir di sana,” pungkasnya.


    Transformasi pelayanan ini berjalan seiring dengan capaian kinerja Disdukcapil Makassar sepanjang tahun 2025. Ribuan warga dilayani setiap hari, mencerminkan tingginya kebutuhan dokumen kependudukan di Kota Makassar yang dinamis.


    Sepanjang 2025, tercatat 2.648 pendaftaran penduduk baru, 22.247 perekaman KTP elektronik, serta 136.047 percetakan KTP-el. Di sektor layanan keluarga, 131.973 Kartu Keluarga berbasis Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan 50.564 Kartu Identitas Anak (KIA) berhasil dicetak.


    Mobilitas penduduk juga tergolong tinggi, dengan 30.767 penduduk tercatat pindah keluar dan 25.781 penduduk masuk ke Kota Makassar. Sementara pada layanan pencatatan sipil, diterbitkan 29.181 akta kelahiran usia 0–17 tahun, 8.086 akta kelahiran usia 18 tahun ke atas, serta 10.538 akta kematian berbasis TTE. Selain itu, tercatat 885 akta perkawinan dan 134 akta perceraian diterbitkan sepanjang tahun.


    Sejalan dengan transformasi digital, pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) juga terus meningkat. Hingga akhir 2025, jumlah aktivasi IKD di Kota Makassar mencapai 33.333 pengguna.


    Capaian tersebut menegaskan komitmen Disdukcapil Kota Makassar dalam menghadirkan pelayanan kependudukan yang cepat, akurat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan berbasis data di Kota Makassar.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini