PBAK IAI Rawa Aopa Digelar di Pasar Rakyat, Mahasiswa Baru Diajak Membaca Realitas Ekonomi

PBAK IAI Rawa Aopa Digelar di Pasar Rakyat, Mahasiswa Baru Diajak Membaca Realitas Ekonomi


Konawe Selatan, Kabartujuhsatu.news, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memilih cara berbeda dalam menyambut mahasiswa barunya. Jika orientasi kampus umumnya berlangsung di dalam aula atau lingkungan perguruan tinggi, kampus ini justru membawa ratusan mahasiswa baru langsung ke tengah aktivitas masyarakat.

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAI Rawa Aopa digelar di Pasar Rakyat Potoro, Konawe Selatan, Jumat (11/9/2026).

Suasana pasar yang biasanya dipenuhi aktivitas jual beli mendadak berpadu dengan barisan mahasiswa baru. Para peserta tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengenakan pakaian dan atribut pengenalan kampus.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Basrin Melamba, M.A. Sejumlah pimpinan yayasan dan sivitas akademika turut hadir, di antaranya Ketua Yayasan Al Asri, Marda, SKM., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si.

Para wakil rektor, dekan fakultas hingga ketua program studi juga ikut mendampingi mahasiswa baru selama kegiatan berlangsung.

Pasar Dijadikan Laboratorium Kehidupan

Pemilihan Pasar Rakyat Potoro bukan sekadar lokasi alternatif. Kampus ingin menjadikan ruang publik tersebut sebagai tempat mahasiswa belajar membaca realitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Basrin Melamba mengatakan, mahasiswa tidak boleh kehilangan hubungan dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

“Mahasiswa tidak boleh terasing dari denyut nadi masyarakatnya. Pasar adalah laboratorium sosial dan ekonomi yang paling autentik untuk belajar memahami kehidupan nyata,” ujar Basrin.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik. Mahasiswa juga harus dibekali kemampuan membaca peluang dan membangun kemandirian ekonomi.

Karena itu, interaksi langsung dengan pedagang dan pelaku usaha mikro di pasar diharapkan dapat menumbuhkan naluri kewirausahaan sejak awal mahasiswa menempuh pendidikan.

Gagasan tersebut diperkuat Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Asri, Al Asri.

Ia menilai mahasiswa perguruan tinggi Islam harus memiliki kepekaan sosial sekaligus kemampuan melihat potensi ekonomi yang ada di daerah.

“Konawe Selatan memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Sejak hari pertama di kampus ini, mahasiswa harus mulai berpikir kreatif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Ketua Yayasan Al Asri, Marda, juga mengapresiasi konsep PBAK yang menggabungkan pengenalan budaya akademik dengan pengalaman lapangan.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membentuk mental mahasiswa agar tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan persoalan nyata di tengah masyarakat.

Mahasiswa Tak Sekadar Duduk Mendengar Materi

Selama PBAK, mahasiswa baru tidak hanya menerima materi mengenai tata kelola akademik, tata tertib perkuliahan, etika kemahasiswaan, wawasan kebangsaan dan moderasi beragama.

Mereka juga diarahkan mengamati langsung aktivitas ekonomi di Pasar Potoro.

Mahasiswa diajak melihat bagaimana pedagang mendapatkan komoditas, berinteraksi dengan pembeli, menghadapi perubahan harga hingga memasarkan produk di tengah perkembangan teknologi digital.

Interaksi tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan pelaku usaha mikro mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi, termasuk akses permodalan, fluktuasi harga dan pemasaran.

Para dekan dan ketua program studi turut memandu mahasiswa menghubungkan temuan di lapangan dengan disiplin ilmu yang mereka pelajari.

Dengan cara itu, mahasiswa dari rumpun tarbiyah, syariah maupun ekonomi Islam tidak hanya diperkenalkan pada teori, tetapi mulai diajak melihat bagaimana ilmu tersebut bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Memulai Kuliah dari Tengah Masyarakat

Model PBAK tersebut sekaligus menjadi upaya IAI Rawa Aopa meninggalkan pola orientasi mahasiswa yang hanya berpusat pada seremoni dan pengenalan lingkungan kampus.

Mahasiswa baru diarahkan untuk membangun kepekaan sosial, kemampuan observasi, keberanian berinteraksi dan pola pikir kewirausahaan.

Kampus ingin memastikan bahwa mahasiswa sejak awal memahami bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi harus memiliki hubungan dengan kebutuhan masyarakat.

PBAK berlangsung hingga Minggu (13/9/2026). Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa hambatan berarti.

Dari Pasar Rakyat Potoro, perjalanan akademik mahasiswa baru IAI Rawa Aopa Konawe Selatan pun dimulai.

Bukan dari ruang kelas semata, tetapi dari realitas kehidupan masyarakat yang kelak menjadi bagian penting dari pengabdian mereka.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates