PT Masmindo Gandeng FH Unanda, Personel Sekuriti Dibekali Pemahaman HAM

PT Masmindo Gandeng FH Unanda, Personel Sekuriti Dibekali Pemahaman HAM


Luwu, Kabartujuhsatu.news,– Menjaga keamanan di kawasan pertambangan tak cukup hanya mengandalkan kemampuan pengamanan. Cara bertindak, penggunaan kewenangan, hingga interaksi dengan pekerja dan masyarakat juga dituntut tetap berada dalam koridor Hak Asasi Manusia (HAM).

Kesadaran itulah yang mendorong PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggandeng Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma (Unanda) untuk memberikan pelatihan HAM kepada personel sekuriti yang bertugas di lingkungan operasional perusahaan.

Pelatihan gelombang pertama digelar di Hotel Borneo, Jalan Trans Sulawesi KM 310, Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut dirancang berlangsung selama tiga hari dan dilaksanakan dalam tiga gelombang. Mayoritas peserta merupakan personel sekuriti yang berada di garis depan dalam menjalankan fungsi pengamanan di lingkungan operasional PT MDA.

Pelatihan ini tidak sekadar membahas bagaimana menjalankan tugas keamanan, tetapi juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak dan martabat setiap orang dalam setiap tindakan di lapangan.

Hal tersebut menjadi penting mengingat aktivitas pertambangan bersentuhan langsung dengan berbagai pihak, mulai dari pekerja, masyarakat sekitar, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Personel sekuriti dituntut mampu menjalankan tugas secara profesional dan proporsional, sekaligus memahami batas kewenangan serta konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.

Kolaborasi PT MDA dengan Fakultas Hukum Unanda menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya personel pengamanan, agar memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara keamanan, aktivitas pertambangan dan penghormatan terhadap HAM.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis pengamanan, tetapi juga mampu menerapkan prinsip-prinsip HAM ketika menghadapi berbagai situasi yang berpotensi muncul di lapangan.

Pendekatan tersebut dinilai penting bagi sektor pertambangan. Sebab, keberhasilan sebuah operasi tidak semata-mata ditentukan oleh kelancaran produksi maupun aspek keamanan, tetapi juga bagaimana seluruh kegiatan dijalankan secara bertanggung jawab dan menghormati hak setiap pihak.

Dengan digelarnya pelatihan dalam tiga gelombang, PT MDA berharap kesadaran personel sekuriti terhadap HAM semakin kuat. Keamanan dan penghormatan terhadap hak asasi pun diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi dua prinsip yang saling menguatkan dalam setiap aktivitas operasional pertambangan.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates