Andi Malik: Jangan Biarkan Pematang Jadi Sarang Hama, Maksimalkan Tanaman Sela, SPPG Butuh Pasokan Sayur Lokal

Andi Malik: Jangan Biarkan Pematang Jadi Sarang Hama, Maksimalkan Tanaman Sela, SPPG Butuh Pasokan Sayur Lokal


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,Petani di Kabupaten Soppeng didorong untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan lahan pertanian usai masa panen padi. Selain dapat menambah pendapatan keluarga, langkah tersebut juga dinilai mampu mendukung kebutuhan pasokan sayuran lokal yang saat ini semakin dibutuhkan, terutama untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ajakan tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Petani Sayur dan Buah Kabupaten Soppeng, Andi Mallingkara, pada Senin malam (8/6/2026).

Menurutnya, masih banyak lahan dan pematang sawah yang dibiarkan kosong setelah panen padi, sehingga hanya ditumbuhi rumput liar dan berpotensi menjadi tempat berkembangnya hama.

Andi Mallingkara yang akrab disapa Andi Malik mengatakan kondisi tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi baru bagi petani.

Dengan menanam tanaman sela seperti mentimun, kacang panjang, tomat, cabai, dan berbagai jenis sayuran lainnya, petani tidak hanya menjaga kebersihan lahan tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan.

“Jangan biarkan pematang kosong hanya ditumbuhi rumput dan menjadi sarang hama setelah panen padi. Manfaatkan lahan yang ada dengan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Menurut Andi Malik, saat ini peluang pasar untuk komoditas hortikultura cukup menjanjikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan sayuran untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah.

Ia mengungkapkan bahwa pengelola SPPG di daerah sangat membutuhkan pasokan sayuran segar dalam jumlah yang cukup dan berkelanjutan. Kebutuhan tersebut selama ini sebagian masih dipenuhi dari luar daerah karena keterbatasan produksi lokal yang berlangsung secara rutin.

“Pihak SPPG sangat berharap petani lokal dapat memenuhi kebutuhan sayur untuk menu gizi yang disiapkan setiap hari. Ini merupakan peluang yang sangat besar bagi petani Soppeng,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Malik menilai apabila petani mulai memanfaatkan lahan sela secara maksimal, maka perputaran ekonomi di sektor pertanian akan semakin meningkat. Selain membantu memenuhi kebutuhan program pemerintah, langkah tersebut juga akan memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Kabupaten Soppeng.

Ia menegaskan bahwa yang paling dibutuhkan bukan hanya jumlah produksi yang besar, tetapi juga kontinuitas hasil panen. Dengan pola tanam yang teratur dan berkelanjutan, kebutuhan pasar dapat terpenuhi setiap saat sehingga memberikan kepastian bagi petani maupun pembeli.

“Kalau petani bisa menanam secara bergilir dan hasil panennya tersedia secara rutin, pengelola SPPG tidak perlu lagi mencari pasokan dari luar daerah. Ini akan menjadi keuntungan bersama bagi petani dan masyarakat,” jelasnya.

Melalui ajakan tersebut, Andi Malik berharap semakin banyak petani yang mulai melirik budidaya tanaman hortikultura sebagai usaha tambahan di sela musim tanam padi. Dengan dukungan pasar yang sudah tersedia, peluang peningkatan pendapatan petani dinilai semakin terbuka lebar.

Selain menghasilkan keuntungan ekonomi, pemanfaatan lahan kosong dengan tanaman produktif juga dapat membantu menjaga kesuburan lahan, mengurangi pertumbuhan gulma, serta menekan potensi serangan hama yang sering muncul pada lahan yang tidak terkelola.

“Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai. Peluang pasarnya sudah ada, tinggal bagaimana petani memanfaatkannya dengan baik,” pungkasnya.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates