Akademisi Ungkap Fakta di Balik Kalong Soppeng, Ternyata Bukan Sekadar Kelelawar Biasa!

Akademisi Ungkap Fakta di Balik Kalong Soppeng, Ternyata Bukan Sekadar Kelelawar Biasa!


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Keberadaan kalong yang selama ini menjadi pemandangan khas di Kabupaten Soppeng ternyata menyimpan nilai sejarah, budaya, dan filosofi yang mendalam. Bukan sekadar satwa liar yang menghuni pepohonan besar di pusat kota, kalong telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat Soppeng dan bahkan diakui sebagai salah satu ikon daerah yang wajib dilestarikan.

Hal tersebut diungkapkan Akademisi Jamal Hasan Basir, S.IP., M.Si., saat melakukan diskusi santai bersama Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Soppeng Sahar di Warkop Camidu, Sabtu sore (6/6/2026).

Dalam perbincangan tersebut, Jamal menjelaskan bahwa keberadaan kalong di Soppeng memiliki akar sejarah yang panjang dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat setempat sejak masa kerajaan.

"Kalong bukan hanya hewan yang kebetulan hidup di Soppeng. Kehadirannya telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya masyarakat sejak dahulu. Karena itu, pelestariannya bukan hanya soal menjaga satwa, tetapi juga menjaga identitas daerah," ujarnya.

Menurut Jamal, dalam tradisi masyarakat Bugis, kalong memiliki kedudukan yang cukup istimewa. Hewan ini dipercaya sebagai simbol keseimbangan alam, penjaga kawasan, serta pertanda bahwa lingkungan di suatu wilayah masih terjaga dengan baik.

Kepercayaan tersebut membuat masyarakat sejak zaman dahulu memiliki kebiasaan untuk tidak mengganggu, memburu, atau merusak habitat kalong. Tradisi itu kemudian diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari nilai budaya yang masih bertahan hingga saat ini.

Ia menjelaskan bahwa banyaknya populasi kalong yang menetap di kawasan pusat kota Soppeng menjadi fenomena yang jarang ditemukan di daerah lain. Kondisi tersebut menjadikan Soppeng dikenal luas sebagai "Kota Kalong" dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Seiring perkembangan zaman, keberadaan kalong semakin melekat sebagai simbol daerah. Berbagai bentuk identitas visual yang menggunakan gambar kalong dapat ditemukan di sejumlah fasilitas publik, taman kota, hingga berbagai materi promosi pariwisata Kabupaten Soppeng.

"Kalong telah menjadi representasi hubungan harmonis antara manusia dan alam. Ini merupakan kekayaan budaya yang tidak dimiliki semua daerah," jelasnya.

Jamal menambahkan bahwa upaya pelestarian kalong tidak hanya dilakukan melalui perlindungan terhadap satwanya, tetapi juga dengan menjaga habitat alami tempat mereka berkembang biak dan beristirahat.

Pohon-pohon besar yang selama puluhan tahun menjadi tempat bergantungnya ribuan kalong di kawasan kota dijaga keberadaannya agar tidak mengalami kerusakan. Langkah tersebut dinilai penting karena hilangnya habitat dapat menyebabkan perpindahan populasi kalong ke wilayah lain.

Selain pelestarian habitat, pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat juga terus mendorong peningkatan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga keberadaan kalong sebagai aset budaya dan lingkungan.

Nilai-nilai tentang sejarah Kalong Soppeng juga diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendidikan budaya, cerita rakyat, hingga berbagai kegiatan seni yang mengangkat tema kehidupan kalong dan hubungan manusia dengan alam.

Tidak hanya itu, kalong juga kerap menjadi inspirasi dalam berbagai karya seni lokal, mulai dari pertunjukan budaya, kerajinan tangan, hingga motif khas yang mencerminkan identitas Kabupaten Soppeng.

Menurut Jamal, pelestarian kalong pada dasarnya merupakan bagian dari upaya menjaga warisan leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kita tidak hanya melindungi seekor hewan, tetapi menjaga simbol budaya, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Soppeng. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu ikut berperan dalam upaya pelestariannya," tegasnya.

Ia berharap keberadaan kalong tetap menjadi kebanggaan masyarakat Soppeng sekaligus menjadi warisan berharga yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Dengan nilai sejarah, filosofi budaya, dan daya tarik wisatanya yang unik, Kalong Soppeng kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai penghuni pepohonan tua di pusat kota.

Lebih dari itu, kalong telah menjelma menjadi simbol identitas daerah yang merepresentasikan harmoni antara alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kabupaten Soppeng.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates