Makassar, Kabartujuhsatu.news,
Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar melaksanakan seleksi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Sanitasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan program sanitasi di tengah masyarakat. Senin (2/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur berbasis lingkungan serta memastikan program sanitasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap dan transparan melalui tiga tahapan utama, yakni seleksi administrasi atau berkas, seleksi tertulis, serta seleksi wawancara.
Setiap tahapan dirancang untuk menyaring calon fasilitator yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan sosial dalam mendampingi masyarakat.
Seleksi ini bertujuan untuk memperoleh Tenaga Fasilitator Lapangan yang profesional, berintegritas, serta memiliki kapasitas dalam mengawal pelaksanaan kegiatan sanitasi.
Para TFL nantinya akan berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, mulai dari melakukan pendataan kondisi sanitasi secara akurat dan berkelanjutan, menyusun laporan kegiatan, hingga memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Subir, menegaskan bahwa proses seleksi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan program sanitasi sangat ditentukan oleh kualitas pendamping yang terlibat langsung bersama masyarakat.
“Seleksi ini membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki kapasitas, kompetensi, serta kualifikasi yang dibutuhkan.
"Kami ingin memastikan TFL yang terpilih mampu bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program sanitasi di Kota Makassar,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sanitasi menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Sanitasi yang baik dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta kesejahteraan secara menyeluruh.
Program sanitasi yang didampingi oleh TFL mencakup berbagai kegiatan, seperti edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya sanitasi layak, pengawasan pembangunan sarana sanitasi, serta pendampingan teknis dalam pelaksanaan program berbasis komunitas.
Kehadiran TFL diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga setiap program dapat dipahami dan dijalankan dengan optimal.
Selain kompetensi teknis, para calon TFL juga diuji dalam aspek komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan problem solving. Hal ini dinilai penting mengingat fasilitator lapangan akan berhadapan langsung dengan dinamika sosial di masyarakat.
Dengan dukungan tenaga fasilitator yang andal dan profesional, Dinas PU Kota Makassar optimistis program sanitasi tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata.
Pemerintah berharap keberadaan TFL mampu mempercepat pencapaian target pembangunan sanitasi sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui proses seleksi yang terbuka dan objektif, Dinas PU Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang infrastruktur dan lingkungan, demi terwujudnya Kota Makassar yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.
(Red)



