Munafri Turun Langsung ke Manggala, Siapkan Langkah Antisipatif Cegah Banjir di Antang
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Munafri Turun Langsung ke Manggala, Siapkan Langkah Antisipatif Cegah Banjir di Antang

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 13 Februari 2026, Februari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T14:02:45Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Perumnas Antang, Kecamatan Manggala. Upaya tersebut dilakukan melalui kajian teknis komprehensif dengan melibatkan para ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas).

    Wali Kota Makassar, Appi, mengungkapkan bahwa survei lapangan sebenarnya telah dilakukan sebelumnya bersama tim akademisi Unhas. Namun, hasil kajian tersebut akan ditindaklanjuti kembali untuk memperkuat perencanaan lanjutan yang lebih matang dan terukur.

    “Ini sudah pernah kami survei bersama ahli dari Unhas, sehingga kita mau menindaklanjuti lagi,” ujarnya.

    Selain normalisasi drainase yang saat ini menjadi fokus awal, Pemkot Makassar juga tengah mempertimbangkan pembangunan tanggul sebagai solusi jangka panjang. 

    Opsi ini dinilai dapat membantu menahan limpasan air, terutama saat intensitas hujan tinggi maupun ketika terjadi kiriman air dari wilayah hulu.

    Namun demikian, rencana pembangunan tanggul tersebut masih berada pada tahap perencanaan teknis. Pemerintah akan melakukan perhitungan detail terhadap alur air, desain konstruksi, serta dampak lingkungan sebelum keputusan final diambil.

    “Ada alternatif untuk membuat tanggul. Nanti kita coba perencanaan untuk menghitung alurnya dan bagaimana desain yang akan dibuat. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

    Dalam upaya pengendalian banjir, Appi juga menyoroti peran kolam retensi serta Waduk Nipah-Nipah sebagai infrastruktur pengendali air. Saat ini, daya tampung Waduk Nipah-Nipah diperkirakan baru mencapai sekitar 33 persen, sehingga belum optimal dalam menahan debit air saat musim hujan.

    Kondisi tersebut mendorong perlunya tambahan kolam retensi baru guna meningkatkan kapasitas penampungan air. Salah satu opsi yang sempat mencuat adalah kemungkinan pembebasan sejumlah rumah warga di titik terdampak paling parah untuk dijadikan kolam retensi tambahan.

    Meski demikian, opsi tersebut masih bersifat wacana dan akan melalui kajian mendalam, baik dari sisi teknis, sosial, maupun anggaran.

    Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan menggelar pembersihan massal di kawasan Blok 10 Manggala sebagai langkah cepat mengurangi hambatan aliran air. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir genangan dalam jangka pendek.

    Appi turut mengingatkan adanya potensi kendala lain, yakni pelepasan air dari wilayah hulu yang dapat berdampak pada kawasan hilir, termasuk Perumnas Antang, meskipun di lokasi tersebut tidak sedang turun hujan.

    Fenomena kiriman air ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memperparah genangan di kawasan tersebut.

    Dengan pendekatan berbasis kajian teknis dan pelibatan akademisi, Pemkot Makassar berharap dapat merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan agar persoalan banjir yang selama ini menghantui warga Perumnas Antang setiap musim hujan dapat diatasi secara sistematis.

    “Dengan pendekatan kajian teknis yang komprehensif dan keterlibatan para ahli, kita berharap solusi penanganan banjir di Perumnas Antang dapat dirumuskan secara tepat, sehingga warga tidak lagi dihantui banjir setiap musim hujan tiba,” tutupnya.

    (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini