Koordinator Presidium FKJ Soppeng dan Bupati LIRA Bahas Sejarah, Hari Jadi, dan Kesejahteraan Masyarakat
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Koordinator Presidium FKJ Soppeng dan Bupati LIRA Bahas Sejarah, Hari Jadi, dan Kesejahteraan Masyarakat

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 11 Februari 2026, Februari 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T08:33:33Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhaatu.news, Koordinator Presidium Forum Komunikasi Jurnalis (FKJ) Kabupaten Soppeng, A. Agus PH Rauf, SE, melakukan bincang santai bersama Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Soppeng, Andi Ukkas, S.T.P., M.Si.


    Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut digelar di Cafe Saromase, Kamis (12/2/2026).


    Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun juga diisi dengan diskusi mendalam mengenai berbagai isu strategis di Kabupaten Soppeng, mulai dari sejarah pemerintahan, budaya, hingga kondisi pemerintahan saat ini yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


    Dalam kesempatan tersebut, A. Agus PH Rauf mengungkapkan bahwa FKJ Soppeng sebagai organisasi kewartawanan siap membangun kolaborasi dengan seluruh elemen organisasi yang ada di daerah, termasuk LIRA Soppeng.


    “Forum yang kami pimpin terbuka untuk bersinergi dengan seluruh organisasi, termasuk LIRA Soppeng. Kolaborasi sangat penting untuk membangun daerah secara bersama-sama,” ujar Agus PH.


    Diskusi semakin menarik ketika membahas sejarah panjang Kabupaten Soppeng, yang dikenal sebagai Bumi Latemmamala.


    Agus PH Rauf yang juga dikenal sebagai budayawan memaparkan perjalanan Kerajaan Soppeng sejak masa lampau hingga transisi menuju sistem pemerintahan daerah modern.


    Ia menjelaskan bahwa pemerintahan pertama Soppeng bermula dari sistem kerajaan. Raja terakhir Soppeng, HA Wana, kemudian dinobatkan menjadi Bupati Kepala Daerah (BKDH) saat sistem pemerintahan berganti dari kerajaan ke pemerintahan daerah.


    Selain itu, perbincangan juga menyoroti dua tanggal penting yang hingga kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat, yakni:


    13 Maret 1957 sebagai Hari Jadi Kabupaten Soppeng 


    23 Maret 1261 sebagai Hari Jadi Soppeng 


    Menurut Agus PH Rauf, seharusnya kedua momentum tersebut dapat disatukan agar pelaksanaan peringatan hari jadi lebih terintegrasi dan memiliki makna historis yang kuat.


    “Idealnya, Hari Jadi Soppeng dan Hari Jadi Kabupaten Soppeng disatukan pada 13 Maret agar pelaksanaannya bersamaan dan memiliki kesatuan sejarah yang utuh,” ungkapnya.


    Ia menilai penyatuan tersebut akan memperkuat identitas sejarah daerah sekaligus menyatukan persepsi masyarakat tentang tonggak penting perjalanan Soppeng.


    Tak hanya membahas sejarah, diskusi juga menyentuh kondisi pemerintahan saat ini. Fokus utama pembahasan adalah kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi rakyat.


    Bupati LIRA Soppeng, Andi Ukkas, menilai bahwa pemerintahan saat ini sudah berjalan dengan baik, meskipun tetap membutuhkan peningkatan terutama dalam aspek pemberdayaan masyarakat.


    “Pemerintahan sekarang sudah berada di jalur yang baik. Namun tentu masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat agar kesejahteraan benar-benar dirasakan secara merata,” jelas Andi Ukkas.


    Terkait berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat, ia menilai bahwa sebagian besar masih berada pada tataran teknis di lapangan dan dapat diselesaikan melalui koordinasi yang baik antar elemen.


    “Sejumlah persoalan yang muncul masih dalam tatanan tingkat lapangan. Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, semua bisa diselesaikan,” tambahnya.


    Ia berharap seluruh elemen masyarakat, organisasi, serta insan pers dapat terus berperan aktif dalam memberikan masukan konstruktif demi kemajuan Kabupaten Soppeng.


    Menutup perbincangan tersebut, Agus PH Rauf menegaskan pentingnya sinergitas antara organisasi masyarakat, insan pers, dan lembaga pemerintahan dalam membangun daerah.


    Menurutnya, kolaborasi bukan hanya sebatas wacana, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata yang berpihak pada kepentingan masyarakat.


    “Soppeng memiliki sejarah besar dan potensi luar biasa. Dengan kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen, kita bisa membawa daerah ini semakin maju dan sejahtera,” tutup Agus PH.


    Pertemuan yang berlangsung santai namun sarat makna tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat komunikasi lintas organisasi demi kemajuan Bumi Latemmamala.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini