Munafri Dorong Sinergi Pemkot dan Akademisi, Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM Makassar
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Munafri Dorong Sinergi Pemkot dan Akademisi, Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM Makassar

    Kabartujuhsatu
    Rabu, 07 Januari 2026, Januari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T08:41:54Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news,– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Makassar dengan perguruan tinggi dan kalangan akademisi dalam menjawab tantangan pembangunan perkotaan ke depan. 


    Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan, pengembangan UMKM, serta keberlanjutan sektor pertanian di wilayah perkotaan.


    Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Bosowa (Unibos) yang berlangsung di Balai Sidang 45 Unibos, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (7/1/2026). Ia hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.


    Dalam sambutannya, Munafri menilai tantangan pembangunan Kota Makassar semakin kompleks, terutama terkait ketersediaan pangan, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga daya tahan UMKM lokal di tengah dinamika ekonomi global.


    “Pemerintah Kota Makassar tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan dukungan keilmuan, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data dan berkelanjutan,” ujar Munafri.


    Ia menekankan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus motor inovasi yang dapat memberikan solusi konkret terhadap persoalan perkotaan.


    Pada kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tiga akademisi Universitas Bosowa yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar. Menurutnya, keilmuan ketiganya sangat relevan dengan agenda strategis Pemerintah Kota Makassar.


    Guru besar pertama yang dikukuhkan adalah Prof. Ir. Andi Tenri Fitriyah, M.Si., Ph.D., Profesor Bidang Ekonomi Pertanian dengan kepakaran ketahanan pangan dan pola konsumsi pangan alternatif. Keilmuan ini dinilai strategis dalam mendukung penguatan ketahanan pangan perkotaan, pemanfaatan pangan lokal, serta pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan adaptif.


    Selanjutnya, Prof. Dr. Chahyono, S.E., M.Si., Profesor Bidang Manajemen dengan kepakaran inovasi manajemen dan keberlanjutan usaha ekonomi. Munafri menilai keahlian ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat tata kelola UMKM, meningkatkan daya saing usaha lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih efisien dan berorientasi jangka panjang.


    Sementara itu, Prof. Ir. Baharuddin, M.Si., Ph.D., Profesor Bidang Sosial Ekonomi Pertanian, memiliki kepakaran dalam tata kelola pembangunan pertanian berkelanjutan. 


    Keilmuan ini dinilai krusial dalam merumuskan kebijakan pertanian yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.


    Munafri menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar pencapaian personal, melainkan momentum penting bagi penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.


    “Gelar Profesor adalah puncak pengabdian akademik yang lahir dari proses panjang, konsistensi, dan integritas keilmuan. Kami berharap keilmuan ini dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.


    Ia juga menyoroti tantangan ketahanan pangan Kota Makassar yang tidak memiliki lahan pertanian luas. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar sangat bergantung pada daerah penyangga dalam pemenuhan kebutuhan pangan.


    “Kondisi ini menuntut kita untuk terus berinovasi. Urban farming, vertical farming, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern menjadi solusi yang harus dikembangkan,” jelas Munafri.


    Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi UMKM di Makassar yang masih menghadapi tantangan serius. Sekitar 60 persen UMKM disebut berada dalam kondisi rentan atau tidak aktif.


    “UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Target akhirnya adalah ekspor. Ketika UMKM bisa ekspor, berarti tata kelola dan inovasinya sudah kuat. Di sinilah peran akademisi sangat dibutuhkan,” tegas Ketua Golkar Makassar tersebut.


    Munafri juga mengaitkan pembangunan pertanian dengan konsep keberlanjutan dan target Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, pembangunan harus memberikan manfaat jangka panjang dan tidak mengorbankan generasi mendatang.


    “Kita ingin pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.


    Di akhir sambutannya, Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan kota.


    Ia berharap Universitas Bosowa dapat terus memperkuat hilirisasi riset, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan karya-karya ilmiah yang berdampak langsung bagi masyarakat.


    “Pengukuhan guru besar ini harus menjadi tonggak penguatan kontribusi akademisi dalam mewujudkan Makassar yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini