Bamsoet Nilai Tahun Pertama Presiden Prabowo Berhasil Perkuat Ekonomi dan Pangan Nasional
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Bamsoet Nilai Tahun Pertama Presiden Prabowo Berhasil Perkuat Ekonomi dan Pangan Nasional

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 02 Januari 2026, Januari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-01-02T09:10:31Z
    masukkan script iklan disini


    Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menutup tahun 2025 dengan sejumlah capaian strategis yang mencerminkan arah kepemimpinan nasional yang semakin terstruktur dan berorientasi jangka panjang.


    Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, serta tekanan rantai pasok internasional, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat fondasi kemandirian di sektor-sektor vital.


    Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, menilai bahwa tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo merupakan fase krusial konsolidasi kebijakan.


    Pemerintah tidak hanya fokus menjaga stabilitas jangka pendek, tetapi juga mulai membangun basis ekonomi dan pangan yang lebih kokoh untuk menghadapi tantangan masa depan.


    “Menutup tahun 2025, pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan sinyal kuat bahwa Indonesia bergerak ke arah yang lebih mandiri, berdaulat, dan siap menghadapi dinamika global,” ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (2/1/2026).


    Dari sisi makroekonomi, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 5,12 persen sepanjang 2025.


    Capaian ini dinilai positif, mengingat banyak negara masih bergelut dengan tekanan inflasi, penurunan daya beli, dan pelemahan sektor industri.


    Stabilitas nilai tukar rupiah relatif terjaga, inflasi berada dalam kisaran target, serta konsumsi rumah tangga tetap terpelihara melalui kebijakan fiskal yang adaptif dan bantuan sosial yang terarah.


    Bamsoet menambahkan, disiplin fiskal menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pemerintah.


    Defisit anggaran dijaga dalam batas aman, belanja negara difokuskan pada sektor produktif, dan program perlindungan sosial diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah serta meminimalkan potensi gejolak sosial.


    Di sisi investasi, realisasi penanaman modal menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada semester pertama 2025, nilai investasi tercatat mencapai Rp 942 triliun atau tumbuh lebih dari 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


    Investasi tersebut tersebar di sektor industri pengolahan, energi, pertambangan berbasis hilirisasi, hingga pembangunan infrastruktur strategis, serta menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja.


    “Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap kepastian kebijakan, stabilitas politik, dan arah pembangunan nasional,” jelas Ketua DPR RI ke-20 tersebut.


    Pemerintahan Presiden Prabowo juga dinilai konsisten mempercepat agenda hilirisasi sumber daya alam.


    Sepanjang 2025, sejumlah proyek pengolahan mineral dan energi mulai beroperasi maupun memasuki tahap lanjutan.


    Dampaknya, nilai tambah komoditas nasional meningkat, ekspor produk olahan tumbuh, dan ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah perlahan berkurang. Hilirisasi dipandang sebagai pilar penting dalam memperkuat struktur industri nasional dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.


    Di sektor pangan, pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai isu strategis nasional. Produksi beras nasional meningkat signifikan, cadangan beras pemerintah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, serta harga pembelian gabah petani naik hingga Rp 6.500 per kilogram.


    Kebijakan ini tidak hanya memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.



    “Pangan kini diposisikan sebagai bagian dari sistem keamanan nasional, bukan sekadar komoditas ekonomi,” tegas Bamsoet.


    Sementara di bidang energi, pemerintah mulai menjalankan transisi energi secara lebih realistis. Ketahanan energi diperkuat melalui optimalisasi sumber daya domestik, penguatan cadangan energi nasional, serta peningkatan investasi pada energi baru dan terbarukan. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga energi global.


    Pembangunan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Program Makan Bergizi Gratis dilaksanakan secara bertahap dengan menyasar anak sekolah dan kelompok rentan.


    Pemerintah juga memperluas layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan memperkuat fasilitas kesehatan primer. Investasi di bidang gizi dan kesehatan dinilai sebagai fondasi jangka panjang bagi kualitas generasi masa depan.


    Dalam konteks geopolitik global, pemerintahan Presiden Prabowo menegaskan kembali politik luar negeri bebas aktif dengan pendekatan yang lebih tegas dan strategis.


    Penguatan kerja sama pertahanan serta upaya menjaga stabilitas kawasan dinilai penting untuk memastikan pembangunan nasional berlangsung tanpa gangguan keamanan regional.


    Meski demikian, Bamsoet mengingatkan bahwa berbagai capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat berpuas diri.


    Tantangan seperti ketimpangan ekonomi, pemerataan pembangunan antarwilayah, efektivitas birokrasi, serta transparansi dan akurasi data masih memerlukan perhatian serius.


    Program-program besar dengan anggaran signifikan juga harus diawasi secara ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.


    “Capaian tahun pertama patut diapresiasi, namun konsistensi kebijakan, transparansi, serta keberanian melakukan evaluasi akan menentukan apakah fondasi yang dibangun sepanjang 2025 benar-benar kuat dan berkelanjutan,” pungkas Bamsoet.


    (Red/Her) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini