MSQ MTQ ke-V Soppeng Angkat Tema Etika Teknologi di Era Kecerdasan Buatan

MSQ MTQ ke-V Soppeng Angkat Tema Etika Teknologi di Era Kecerdasan Buatan


Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-V Tingkat Kabupaten Soppeng Tahun 2026 menghadirkan pembahasan menarik tentang hubungan nilai-nilai Al-Qur’an dengan perkembangan teknologi modern.

Mengusung tema sentral “Al-Qur’an dan Etika Teknologi di Era Kecerdasan Buatan”, para peserta dari berbagai kafilah kecamatan menyampaikan pemikiran dan pesan keagamaan mengenai pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menghadapi kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Leworeng, Kecamatan Donri-Donri, Jumat (6/11/2026), dengan disaksikan dewan juri dan masyarakat yang hadir.

Dalam penampilannya, setiap peserta menguraikan bahwa kemajuan teknologi merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan manusia untuk meningkatkan kualitas kehidupan, memperluas wawasan keilmuan, serta menyebarkan dakwah Islam secara lebih luas.

Namun, kemajuan tersebut harus diimbangi dengan etika, moral, dan nilai keimanan agar teknologi tidak disalahgunakan dan justru menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan manusia.

Sejumlah pesan penting yang mengemuka dalam materi MSQ tersebut di antaranya menempatkan teknologi sebagai sarana, bukan tujuan. Manusia harus tetap menjadi pengendali teknologi, bukan sebaliknya menjadi pihak yang diperbudak oleh kemajuan teknologi.

Selain itu, pemanfaatan teknologi harus berorientasi pada kemaslahatan, membawa manfaat, serta tidak merugikan orang lain.

Peserta juga menekankan pentingnya menjaga kejujuran dan keaslian informasi di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan. Setiap karya dan informasi yang dihasilkan melalui teknologi digital tetap harus disertai tanggung jawab, kebenaran, serta integritas penggunanya.

Aspek adab dan akhlak juga menjadi perhatian. Kemudahan memperoleh informasi dan berkomunikasi melalui teknologi tidak boleh menghilangkan sopan santun, penghormatan terhadap sesama, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Para peserta mengajak generasi muda agar tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam setiap aktivitas.

Keseimbangan antara kecerdasan intelektual, penguasaan teknologi, dan pengamalan ajaran agama dinilai penting agar perkembangan kecerdasan buatan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan, bukan menjadi sumber persoalan baru.

Suasana perlombaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Materi yang disampaikan para peserta juga memberikan perspektif baru kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun kesadaran etika dan spiritualitas di tengah pesatnya transformasi digital.

Ketua Panitia, Alias Said, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menyikapi perkembangan zaman.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam MSQ kali ini sangat relevan dengan tantangan kehidupan modern, ketika kecerdasan buatan semakin berkembang dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Soppeng semakin bijak memanfaatkan teknologi, tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, menjaga adab, serta berpegang teguh pada tuntunan Al-Qur’an.

Dengan demikian, kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan dapat berjalan seiring dengan penguatan iman, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates