“Jangan Dijual!” Bupati Suwardi Haseng Warning Keras Kelompok Tani Soal Bantuan Benih di Soppeng


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Pemerintah Kabupaten Soppeng resmi mulai menyalurkan bantuan benih padi dan jagung tahun 2026 kepada ratusan kelompok tani. Namun di balik penyaluran bantuan tersebut, Bupati Suwardi Haseng melontarkan peringatan keras yang langsung menyita perhatian para peserta sosialisasi.

Dalam kegiatan Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Benih Padi dan Jagung Tahun 2026 yang digelar di Aula Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Senin (11/5/2026), Suwardi dengan tegas meminta agar tidak ada lagi praktik penjualan ataupun pemindahtanganan bantuan benih pemerintah.

“Jangan sampai ada bantuan benih yang dijual atau dialihkan. Ini bantuan negara untuk petani dan harus tepat sasaran sesuai CPCL,” tegas Suwardi di hadapan ratusan peserta.

Pernyataan itu sontak menjadi sorotan. Pasalnya, bantuan benih dari pemerintah pusat memang kerap menjadi perhatian karena nilainya cukup besar dan menyangkut kebutuhan utama petani menjelang musim tanam.

Tahun ini, Kabupaten Soppeng mendapat alokasi bantuan benih padi untuk lahan seluas 5.716 hektare dengan total benih mencapai 142.900 kilogram. Varietas yang disalurkan terdiri dari Inpari 32, Mekongga, dan Padjajaran.

Tak hanya itu, bantuan benih jagung juga digelontorkan untuk lahan seluas 7.080 hektare dengan total benih sebanyak 106.200 kilogram varietas NK 306.

Secara keseluruhan, sebanyak 221 kelompok tani menerima bantuan tersebut. Rinciannya, 95 kelompok tani menerima benih padi dan 126 kelompok tani menerima bantuan benih jagung.

Suwardi mengingatkan bahwa distribusi bantuan wajib mengikuti daftar calon penerima dan calon lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan pemerintah. Ia tidak ingin ada lagi laporan pembagian benih yang tidak merata ataupun jatuh ke tangan yang bukan penerima resmi.

Menurutnya, jika terjadi penyalahgunaan bantuan, dampaknya bukan hanya merugikan petani lain, tetapi juga bisa mencoreng nama baik Kabupaten Soppeng di mata pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian RI.

“Kalau bantuan ini disalahgunakan, tentu akan menjadi evaluasi pemerintah pusat. Kita semua harus menjaga kepercayaan itu,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Soppeng berharap bantuan benih unggul tersebut mampu meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat.

Program ini juga disebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan target swasembada pangan nasional.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri kelompok tani penerima bantuan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator BPP, pengawas benih tanaman, hingga unsur penyuluh pertanian lainnya.

Selain penyerahan bantuan, peserta juga mendapatkan sosialisasi teknis terkait mekanisme penyaluran dan penggunaan bantuan benih tahun 2026 agar pelaksanaannya berjalan maksimal di lapangan.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates