Tukaran Bingkisan Warnai Penutupan Madrasah Ramadan di SDN 7 Salotungo, Pererat Ukhuwah dan Kebersamaan
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Tukaran Bingkisan Warnai Penutupan Madrasah Ramadan di SDN 7 Salotungo, Pererat Ukhuwah dan Kebersamaan

    Kabartujuhsatu
    Minggu, 01 Maret 2026, Maret 01, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T04:36:27Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai penutupan kegiatan Madrasah Ramadan di SD Negeri 7 Salotungo, Kabupaten Soppeng. Senin (2/3/2026).


    Kegiatan yang berlangsung sederhana namun sarat makna ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahim serta memperkokoh persatuan antar pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.


    Penutupan Madrasah Ramadan tahun ini tidak hanya diisi dengan refleksi spiritual dan doa bersama, tetapi juga dimeriahkan dengan kegiatan tukaran bingkisan antar guru dan staf.


    Meski terlihat sederhana, kegiatan tersebut menyimpan pesan mendalam tentang kebersamaan, kesetaraan, dan keikhlasan dalam berbagi.


    Tukaran bingkisan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang paling menarik perhatian. Setiap peserta membawa bingkisan dengan nilai minimal yang telah disepakati bersama sebelumnya.


    Kesepakatan ini dilakukan untuk menjaga rasa keadilan, kebersamaan, dan saling menghargai antar peserta.


    Proses penukarannya pun berlangsung unik dan penuh keceriaan. Nama seluruh peserta dituliskan dan dimasukkan ke dalam amplop. Setiap orang kemudian memegang satu amplop yang akan terus berputar mengikuti irama lagu “Maumere”.


    Saat lirik berbunyi “Putar ke kiri, 'e nona manis putarlah ke kiri,” amplop berpindah ke arah kiri. Ketika irama berubah ke kanan, seluruh peserta mengikuti gerakan tersebut.


    Suasana aula sekolah pun dipenuhi gelak tawa, sorak semangat, serta wajah-wajah bahagia yang menikmati kebersamaan di penghujung Ramadan.


    Secara simbolis, gerakan melingkar itu mencerminkan dinamika kehidupan. Kadang bergerak ke kiri, kadang ke kanan, namun tetap berada dalam satu lingkaran persaudaraan yang utuh.


    Kegiatan tukaran bingkisan ini digagas oleh guru PJOK, Israwati, S. Pd, sebagai upaya menghadirkan suasana penutupan Ramadan yang lebih segar dan berkesan. Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari mayoritas anggota dewan guru.


    Kepala sekolah, Abdul Asis, S. Pd I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ukhuwah dan mempererat silaturahim antar warga sekolah.


    “Kegiatan ini bukan sekadar tukar kado, tetapi bagaimana kita memperkuat rasa kebersamaan. Namun partisipasi tidak bersifat wajib. Tidak ada paksaan, karena kebersamaan sejati lahir dari kerelaan hati,” ujarnya.



    Menurutnya, nilai utama yang ingin ditanamkan bukanlah pada materi bingkisan, melainkan pada niat tulus untuk saling menghargai dan membangun hubungan yang harmonis di lingkungan kerja.


    Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SD Negeri 7 Salotungo. Para guru yang turut meramaikan antara lain Abdul Asis, Rustan Hamid, Anang, Syamsul Hadi, Syamsu Rijal, Arsyad, Israwati, Andi Rosma Nur, Eria Yuliana, Andi Arfia Arifai Mursyid, Rahmil Humaira, Andi Wahdiati, Hasnawati, Mardayanti, Nur Pratiwi, Ira Syahrini, Sidratul Muntaha, Atri, Nur Fadillah, Zikriyah, Irfiani Ramadhani, Nur Hidayah, Dianra, dan Suriani.


    Sementara tenaga kependidikan yang turut ambil bagian yakni Dian Permata Sari, Nurul Hidayat, dan Santy.


    Kehadiran seluruh unsur sekolah dalam kegiatan tersebut menunjukkan soliditas dan kekompakan internal yang terus dijaga, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan.


    Penutupan Madrasah Ramadan menjadi refleksi atas perjalanan spiritual yang telah dilalui selama bulan suci. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, memperbanyak doa, dan meningkatkan kualitas diri, kegiatan sederhana seperti tukaran bingkisan justru menjadi simbol kuat bahwa persatuan dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan niat besar.


    Di penghujung acara, suasana haru dan kebahagiaan menyatu. Yang berpindah mungkin hanya sebuah bingkisan, namun yang tumbuh adalah rasa memiliki, kepercayaan, serta kesadaran bahwa seluruh pendidik dan tenaga kependidikan adalah bagian dari satu keluarga besar SD Negeri 7 Salotungo.


    Karena pada akhirnya, yang paling berharga bukanlah apa yang diterima oleh tangan, melainkan apa yang terpatri dalam hati: persaudaraan, persatuan, dan keikhlasan dalam berbagi.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini