Pemkab Luwu Timur Gelar HLM TPID, Bahas Stabilitas Harga dan Pasokan Jelang Lebaran -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Pemkab Luwu Timur Gelar HLM TPID, Bahas Stabilitas Harga dan Pasokan Jelang Lebaran

    Kabartujuhsatu
    Senin, 16 Maret 2026, Maret 16, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T09:05:08Z
    masukkan script iklan disini


    Luwu Timur, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati, Senin (16/03/2026).


    Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.


    Dalam arahannya, Ramadhan Pirade menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas penting pemerintah daerah, khususnya dalam menghadapi peningkatan permintaan masyarakat pada momentum hari besar keagamaan.


    Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar langkah-langkah pengendalian dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.


    “Melalui rapat ini, kita ingin memastikan langkah konkret yang bisa dilakukan bersama untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di Kabupaten Luwu Timur,” ujarnya.


    Setelah membuka rapat, Sekda memberikan kesempatan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memaparkan kondisi terkini di lapangan sesuai dengan sektor masing-masing.


    Paparan tersebut mencakup perkembangan harga bahan pokok, ketersediaan stok pangan, distribusi energi, hingga kesiapan transportasi dan pengamanan jelang arus mudik.


    Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) UKM Luwu Timur, Senfry Oktavianus, mengungkapkan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok pada minggu ketiga Maret masih dalam kondisi stabil dan pasokan relatif mencukupi.


    Namun demikian, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya telur ayam ras, cabai, tomat, bawang merah, dan ikan bandeng.


    Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti mahalnya pakan ternak, kondisi cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi, serta meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.


    Sebagai langkah antisipatif, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, antara lain pemantauan intensif terhadap pergerakan harga, pelaksanaan operasi pasar murah selama Ramadan, serta pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan, khususnya yang sudah kedaluwarsa.


    Selain itu, pengawasan distribusi gas LPG juga menjadi perhatian serius. Senfry menjelaskan bahwa setiap bulan terdapat sekitar 300 ribu tabung LPG yang masuk ke wilayah Luwu Timur melalui enam agen resmi dan didistribusikan ke sekitar 750 pangkalan. Namun, ditemukan adanya indikasi distribusi keluar daerah oleh oknum tertentu, yang kini menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.


    Dari sektor pertanian, dilaporkan bahwa sebagian besar komoditas pangan masih dalam kondisi aman. Stok beras diperkirakan surplus hingga 193 hari ke depan, sementara jagung mencapai surplus untuk 163 hari.


    Meski demikian, komoditas cabai rawit menjadi perhatian khusus karena ketersediaannya hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar tujuh hari ke depan, sehingga perlu pasokan tambahan dari luar daerah.


    Sementara itu, Dinas Perikanan melaporkan adanya variasi harga pada komoditas perikanan. Beberapa jenis ikan seperti nila dan bandeng mengalami penurunan harga, sedangkan ikan laut seperti kembung dan tongkol justru mengalami kenaikan.


    Dari sisi ketersediaan, stok ikan di Luwu Timur tercatat mencapai 1.434 ton, lebih tinggi dari kebutuhan masyarakat yang sekitar 1.307 ton, sehingga masih terdapat surplus sekitar 127 ton.


    Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan menyampaikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran dengan mendirikan lima pos pengamanan di sejumlah titik strategis, yakni di Kecamatan Burau, Tarengge, Tomoni, Malili, dan Nuha. Pengamanan ini akan berlangsung tidak hanya selama arus mudik, tetapi juga berlanjut hingga pasca-Lebaran.


    Melalui pelaksanaan HLM TPID ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap seluruh stakeholder, mulai dari unsur Forkopimda, OPD, instansi vertikal, hingga sektor perbankan dan kecamatan, dapat terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan.


    Langkah terpadu tersebut diharapkan mampu menekan laju inflasi daerah sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini