Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Sebuah momen sederhana namun menarik perhatian publik datang dari mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng, Amrayadi Arafah. SH, MH.
Ia menjadi perbincangan setelah mengunggah foto dirinya yang tengah duduk santai di atas sebuah sepeda motor klasik yang disebut sebagai Honda 80-an.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi topik hangat di berbagai grup percakapan, termasuk salah satu grup WhatsApp “Info Publik”.
Dalam foto tersebut, Amrayadi terlihat santai dengan gaya sederhana, memperlihatkan kedekatannya dengan kendaraan lawas yang kini mulai jarang ditemui di jalanan.
Menariknya, unggahan tersebut tidak hanya menuai perhatian karena sosok Amrayadi, tetapi juga memicu perdebatan ringan di kalangan warganet.
Sejumlah anggota grup mempertanyakan tipe motor yang digunakan.
Ada yang menyebut motor tersebut adalah Honda 90, sementara yang lain yakin bahwa itu merupakan Honda 80.
Perbedaan pendapat ini justru menambah keseruan diskusi di grup, bahkan ada yang merespons dengan komentar santai seperti “kita gass…”.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah momen sederhana bisa memicu interaksi hangat di ruang digital, terutama ketika menyangkut benda-benda klasik yang memiliki nilai nostalgia tinggi.
Menanggapi berbagai komentar yang muncul, Amrayadi Arafah akhirnya memberikan penjelasan.
Ia memastikan bahwa motor yang digunakannya dalam foto tersebut adalah Honda 80-an, sekaligus menegaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan bagian dari kenangan masa lalu.
Motor klasik seperti Honda 80 memang dikenal sebagai salah satu kendaraan legendaris yang sempat populer di Indonesia pada era 1980-an.
Desainnya yang khas dan daya tahannya membuat motor ini masih diminati oleh para pecinta otomotif klasik hingga saat ini.
Banyak pihak menilai bahwa unggahan tersebut bukan sekadar foto biasa, melainkan mencerminkan sisi sederhana seorang tokoh publik.
Amrayadi yang pernah menjabat sebagai Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan dan Ketua Bawaslu Kabupaten Soppeng dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat.
Momen ini dinilai menjadi pengingat bahwa tokoh publik juga memiliki sisi personal yang relatable, termasuk dalam hal selera terhadap kendaraan klasik.
Di tengah perkembangan teknologi kendaraan modern, kehadiran motor lawas seperti Honda 80 menghadirkan nuansa nostalgia tersendiri.
Tidak sedikit masyarakat yang merasa teringat pada masa lalu ketika kendaraan tersebut masih menjadi primadona di jalanan.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa nilai historis dan emosional suatu benda sering kali lebih kuat dibanding sekadar fungsi utamanya.
Momen Amrayadi Arafah naik motor Honda 80 menjadi contoh bagaimana hal sederhana bisa menarik perhatian luas di era digital.
Selain menghadirkan hiburan ringan, kejadian ini juga memperlihatkan kekuatan nostalgia dalam membangun interaksi sosial di masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi, kisah-kisah ringan seperti ini justru menjadi penyegar yang mempererat koneksi antar warga, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
(Red)




