Makassar, Kabartujuhsatu.news, Komunitas Jemaah Subuh Nipa-Nipa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, menggelar kegiatan berbagi berkah kepada kaum duafa di wilayah tersebut pada Minggu (1/3/2026).
Kegiatan sosial yang berlangsung di bulan suci Ramadan ini mendapat apresiasi langsung dari Camat Manggala, Ahmad Nongko.
Aksi berbagi tersebut menyasar warga kurang mampu, khususnya janda lansia, masyarakat miskin ekstrem, serta pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan santunan tunai sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga yang masih sulit.
Camat Manggala, Ahmad Nongko, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada komunitas jemaah subuh yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat.
“Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena ini dapat membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu, apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang,” ujar Ahmad saat ditemui di Kantor Camat Manggala, Minggu sore.
Menurutnya, kegiatan sosial berbasis komunitas seperti ini sangat membantu pemerintah kecamatan dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan agar proses penyaluran bantuan dilakukan secara selektif agar tepat sasaran.
“Penerimanya harus benar-benar yang masuk kategori miskin ekstrem, terutama janda-janda yang ditinggal suaminya, serta mereka yang bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Jangan sampai salah sasaran,” tegasnya.
Ahmad juga berharap kegiatan berbagi sedekah tersebut tidak hanya menjadi agenda musiman di bulan Ramadan, melainkan dapat terus berlanjut sebagai program rutin komunitas.
“Mudah-mudahan ada lagi tahap berikutnya dan bisa berlangsung secara terus-menerus ke depannya,” harapnya.
Ketua Komunitas Jemaah Subuh Nipa-Nipa, Hasmin Badoa, mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi sedekah ini sebenarnya lahir secara spontan dari kebersamaan para anggota komunitas.
Ia menyebut, ide berbagi muncul saat para jemaah berkumpul di warung kopi usai melaksanakan salat subuh berjamaah.
“Sebenarnya tidak ada yang secara khusus menginisiasi. Hanya karena kami sering kumpul-kumpul setelah salat subuh, lalu timbul ide untuk berbagi kepada yang membutuhkan,” tuturnya.
Menurut Hasmin, meskipun nilai bantuan yang diberikan tidak besar, namun yang terpenting adalah keberlanjutan dan konsistensi kegiatan tersebut.
“Inilah tujuan utama kami, membantu mereka yang kurang mampu. Walaupun nilainya kecil, harapannya kegiatan ini bisa berkesinambungan dan semakin banyak yang terlibat,” jelasnya.
Ia pun berharap ke depan jumlah donatur dan anggota komunitas yang terlibat dapat terus bertambah sehingga penerima manfaat juga semakin banyak.
“Semoga ke depan penyumbang semakin bertambah, sehingga yang bisa kami bantu juga semakin luas,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Dg Basse, yang diwakili oleh menantunya Wana, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterima.
Ia mengatakan kondisi ekonomi saat ini cukup berat, terutama dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat.
“Ini sangat membantu sekali, apalagi sekarang kondisi ekonomi tidak bagus. Harga barang, makanan, sembako semuanya mahal. Dengan adanya bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ucap Wana.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi keluarga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan berbagi berkah yang dilakukan Komunitas Jemaah Subuh Nipa-Nipa menjadi contoh nyata peran masyarakat dalam memperkuat solidaritas sosial di tingkat kecamatan.
Kolaborasi antara komunitas warga dan pemerintah setempat dinilai mampu mempercepat penanganan persoalan sosial, khususnya kemiskinan ekstrem.
Momentum Ramadan pun menjadi pengingat pentingnya nilai kepedulian, gotong royong, dan keberlanjutan aksi sosial.
Pemerintah Kecamatan Manggala berharap gerakan serupa dapat menginspirasi komunitas lain untuk turut mengambil peran dalam membantu warga yang membutuhkan.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan sederhana yang berawal dari obrolan santai usai salat subuh kini berkembang menjadi gerakan sosial yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat kurang mampu di Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
(Red)



