Makassar, Kabartujuhsatu.news, Musyawarah penentuan Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar periode 2026 berlangsung sukses dan demokratis. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Rektorat UIN Alauddin Makassar pada Senin, 9 Februari 2026, dan dihadiri oleh seluruh anggota terpilih SEMA-U serta jajaran pimpinan universitas.
Dalam forum musyawarah tersebut, Muhammad Asrul Syam dari Fakultas Syariah dan Hukum resmi ditetapkan sebagai Ketua SEMA-U terpilih setelah memperoleh suara terbanyak melalui mekanisme voting. Asrul unggul dengan perolehan 4 suara, mengalahkan kandidat lainnya, Aqhar Hasruddin dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, yang memperoleh 2 suara.
Pemilihan ketua ini merupakan tindak lanjut dari penetapan enam anggota SEMA-U terpilih yang sebelumnya telah diumumkan oleh Lembaga Penyelenggara Pemilu Universitas (LPP-U). Pengumuman hasil seleksi anggota tersebut telah dipublikasikan secara terbuka melalui akun resmi Instagram LPP-U sejak Jumat, 6 Februari 2026. Keenam anggota yang lolos kemudian melaksanakan musyawarah internal untuk menentukan pimpinan lembaga legislatif tertinggi mahasiswa di tingkat universitas.
Dalam sesi penyampaian visi dan misi, Muhammad Asrul Syam menegaskan komitmennya untuk mengembalikan marwah dan wibawa SEMA-U, baik di hadapan pihak internal kampus maupun pihak eksternal. Ia menilai bahwa Senat Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai lembaga pengawas seluruh organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan universitas.
“Senat mahasiswa itu sangat seksi di luar. Kenapa saya katakan demikian? Karena tupoksi kita mengawasi seluruh lembaga yang ada di universitas ini,” ujar Asrul dalam pemaparan visinya.
Menurutnya, SEMA-U harus tampil sebagai lembaga yang tegas, independen, dan konsisten dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, serta representasi aspirasi mahasiswa.
Sementara itu, kandidat lainnya, Aqhar Hasruddin, dalam penyampaian gagasannya menyoroti kondisi SEMA-U yang dinilai mengalami penurunan eksistensi dalam beberapa periode terakhir. Ia menilai bahwa nilai-nilai perjuangan dan fungsi strategis senat mahasiswa mulai dipertanyakan oleh kalangan mahasiswa sendiri.
“Saya melihat, khususnya di tataran Senat Universitas, itu mempunyai nilai kemunduran. SEMA-U kemarin-kemarin dipertanyakan keberadaannya ke mana,” ungkap Aqhar dengan tegas.
Ia mengajak seluruh anggota untuk melakukan restorasi kelembagaan demi mengembalikan kepercayaan mahasiswa terhadap peran dan fungsi SEMA-U sebagai lembaga representatif dan pengontrol kebijakan kemahasiswaan.
Setelah melalui proses adu gagasan dan pertimbangan matang, forum akhirnya memutuskan Muhammad Asrul Syam sebagai Ketua SEMA-U periode 2026. Kemenangan ini sekaligus menandai dimulainya babak baru kepengurusan SEMA-U yang diharapkan lebih progresif dan responsif terhadap dinamika kemahasiswaan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhammad Khalifah Mustamin, M.Pd, turut hadir dan memberikan arahan dalam forum tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah secara demokratis dan menitipkan pesan penting kepada pengurus SEMA-U terpilih agar senantiasa menjaga amanah yang telah diberikan oleh konstitusi kampus.
“Semoga senat mahasiswa yang terpilih ini bisa lebih baik lagi dan lebih mengerjakan tupoksinya dalam mengawasi lembaga kemahasiswaan,” tutur Prof. Khalifah.
Adapun enam anggota SEMA-U terpilih periode 2026 berasal dari berbagai fakultas, yakni Muhammad Asrul Syam dan Nurul Fitrah (Fakultas Syariah dan Hukum), Aqhar Hasruddin dan A. Mawar Husain (Fakultas Ushuluddin dan Filsafat), Inas Sapira (Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan), serta Siti Nurul Rafiqah Azis (Fakultas Tarbiyah dan Keguruan).
Dengan komposisi yang beragam tersebut, SEMA-U diharapkan mampu merepresentasikan kepentingan mahasiswa lintas fakultas serta segera menyusun langkah-langkah strategis dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.
(Red)



