Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Aksi pencurian kembali meresahkan warga Kabupaten Soppeng. Kali ini, pencurian menyasar fasilitas air bersih milik warga yang terpasang di Sumur Lompo, Lingkungan Launga, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (7/2/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lokasi kejadian, sebanyak empat unit dinamo air milik warga dilaporkan hilang. Dinamo-dinamo tersebut selama ini digunakan warga untuk mengisap dan menyalurkan air bersih dari Sumur Lompo ke rumah masing-masing.
Salah seorang warga setempat, Kasriadi, mengungkapkan bahwa pencurian tersebut baru disadari setelah warga mendapati beberapa dinamo yang sebelumnya terpasang sudah tidak berada di tempat.
“Dari beberapa dinamo yang terpasang, empat unit telah hilang. Sementara dinamo lainnya masih ada, tetapi baut-baut pengikatnya sudah dalam kondisi longgar, seolah-olah pelaku hendak mengambil semuanya,” ujar Kasriadi kepada awak media.
Menurut Kasriadi, Sumur Lompo merupakan sumber air bersih utama bagi warga sekitar, terutama pada musim kemarau. Keberadaan dinamo air sangat vital karena membantu warga memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan mencuci.
“Kalau dinamo ini hilang, otomatis warga sangat kesulitan air. Apalagi ini dipakai bersama oleh banyak keluarga,” tambahnya.
Ia menduga pelaku telah memantau lokasi sebelumnya, mengingat kondisi baut dinamo yang tersisa tampak sengaja dilonggarkan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran warga akan adanya pencurian lanjutan.
Atas kejadian tersebut, warga bersama pengelola sumur telah melaporkan peristiwa pencurian itu ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Liliriaja untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, turut menyoroti kejadian ini. Ia menilai pencurian fasilitas air bersih merupakan tindakan yang sangat merugikan masyarakat dan tidak bisa dianggap sebagai tindak kriminal biasa.
“Ini bukan sekadar pencurian barang, tetapi pencurian yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak. Air adalah kebutuhan dasar warga,” tegas Mahmud.
Mahmud berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan segera menangkap pelaku, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah lain.
“Kami meminta pihak kepolisian serius menangani kasus ini. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban. Ini tidak boleh dibiarkan,” tambahnya.
Ia juga mengimbau pemerintah setempat dan warga untuk meningkatkan pengamanan di sekitar fasilitas umum, khususnya sumber-sumber air bersih yang dimanfaatkan secara bersama-sama.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi terkait kasus pencurian dinamo air di Sumur Lompo.
(Red)




