Soppeng, Kabartujuhsatu.news Prestasi Tim Futsal SDN 7 Salotungo kembali menjadi sorotan, bukan semata karena capaian juara dalam sebuah kejuaraan futsal tingkat pelajar, melainkan karena nilai keteladanan yang ditunjukkan usai pertandingan.
Tim futsal sekolah dasar tersebut memutuskan untuk membagikan dana pembinaan yang diterima dari panitia lomba secara merata kepada seluruh pemain tanpa terkecuali.
Keputusan itu diambil setelah tim menyelesaikan rangkaian pertandingan dan menerima hadiah kejuaraan. Seluruh pemain, baik yang sering turun sebagai pemain inti maupun cadangan, memperoleh bagian yang sama dari dana pembinaan tersebut. Tidak ada pembedaan peran, menit bermain, maupun kontribusi individu.
Pelatih Tim Futsal SDN 7 Salotungo, Syamsu Rijal, S.Pd, mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang secara konsisten ditanamkan kepada peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler olahraga.
“Sejak awal kami ingin anak-anak memahami bahwa futsal bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang kebersamaan, keadilan, dan keikhlasan. Mereka berlatih bersama, berjuang bersama, maka hasilnya pun dinikmati bersama,” ujarnya. Rabu (21/1/2025).
Hal senada disampaikan asisten pelatih, Firdaus, S.Pd, yang menegaskan bahwa pembagian dana pembinaan secara merata bukan hal baru bagi tim tersebut.
Menurutnya, kebijakan serupa juga telah diterapkan pada kejuaraan tahun sebelumnya.
“Kami ingin memberi contoh nyata, bukan sekadar nasihat. Anak-anak belajar langsung bahwa berbagi itu tidak mengurangi hak, justru menumbuhkan rasa syukur dan tanggung jawab,” kata Firdaus.
Keputusan tersebut disambut antusias oleh para pemain. Anak-anak terlihat menerima pembagian dana dengan penuh kegembiraan tanpa adanya perdebatan atau rasa keberatan. Situasi itu dinilai menjadi pembelajaran penting tentang pengendalian ego dan penghargaan terhadap peran setiap anggota tim.
Menurut pihak sekolah, langkah yang diambil oleh tim pelatih sejalan dengan visi pendidikan SDN 7 Salotungo yang menekankan keseimbangan antara prestasi akademik, nonakademik, dan pembentukan karakter.
Sekolah mendorong agar setiap capaian lomba dijadikan sarana pembelajaran nilai-nilai kehidupan, seperti kejujuran, kebersamaan, dan adab.
Kepala sekolah SDN 7 Salotungo Abdul Asis, S. P. di menyampaikan apresiasi atas sikap tim futsal dan para pelatih yang dinilai mampu menjadikan ajang kompetisi sebagai ruang pendidikan karakter.
“Prestasi itu penting, tetapi lebih penting lagi bagaimana proses dan nilai yang ditanamkan kepada anak-anak. Apa yang dilakukan tim futsal ini adalah contoh pendidikan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Langkah sederhana tersebut dinilai jarang ditemukan dalam budaya kompetisi olahraga usia dini yang sering kali berorientasi pada hasil dan penghargaan individu. Namun justru dari kesederhanaan itulah, nilai keikhlasan dan keadilan dapat tumbuh dan membekas dalam diri peserta didik.
Melalui pendekatan tersebut, SDN 7 Salotungo berharap para siswa tidak hanya tumbuh menjadi atlet berprestasi, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter kuat, mampu menghargai kebersamaan, dan menjunjung tinggi nilai berbagi dalam kehidupan bermasyarakat
(Red)




