Soppeng, Kabartujuhsatu.news,
Komitmen terhadap pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik terus ditunjukkan SD Negeri 7 Salotungo, Kabupaten Soppeng.
Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut tercermin melalui konsistensi sekolah dalam mengembangkan cabang olahraga futsal sebagai sarana strategis pembentukan disiplin, sportivitas, dan mental kompetitif siswa sejak usia dini.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang menuntut keseimbangan antara capaian akademik dan nonakademik, SDN 7 Salotungo menempatkan olahraga sebagai bagian penting dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.
Tim futsal sekolah ini secara berkelanjutan ambil bagian dalam berbagai turnamen lokal, menjadikannya bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar yang kaya nilai.
Hari ini, tim futsal SDN 7 Salotungo kembali menegaskan eksistensinya dengan mengikuti MATSGA CUP II, turnamen futsal yang diselenggarakan oleh Pergis Ganra.
Dalam ajang tersebut, tim berhasil meraih posisi keempat, sebuah hasil yang dinilai positif dan progresif dalam kerangka pembinaan berkelanjutan yang tengah dibangun sekolah.
Pelatih tim futsal SDN 7 Salotungo, Syamsu Rijal, S.Pd, bersama Firdaus, S.Pd selaku asisten pelatih, menegaskan bahwa filosofi utama keikutsertaan dalam setiap turnamen tidak semata-mata berorientasi pada podium juara.
Lebih dari itu, turnamen diposisikan sebagai laboratorium pembelajaran bagi siswa untuk mengasah teknik, mengelola emosi, membangun mental bertanding, serta belajar menerima kemenangan dan kekalahan secara dewasa.
“Pengalaman bertanding adalah guru terbaik bagi anak-anak. Dari lapangan, mereka belajar disiplin, kerja sama, rasa hormat, dan sportivitas. Inilah fondasi karakter yang kami bangun sejak dini,” ujar Syamsu Rijal.
Pendekatan ini sejalan dengan visi sekolah yang memandang pembinaan olahraga sebagai proses jangka panjang, bukan hasil instan.
Setiap pertandingan menjadi data pembelajaran untuk evaluasi, perbaikan metode latihan, serta pemetaan potensi siswa ke depan.
Dukungan penuh terhadap program ini juga datang dari Kepala Sekolah, para guru, serta seluruh warga sekolah.
Kehadiran tim penyemangat dari kalangan murid turut menciptakan atmosfer kebersamaan yang kuat, menegaskan bahwa prestasi adalah hasil kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan, bukan kerja individu semata.
Melihat tingginya minat siswa terhadap olahraga futsal, pihak sekolah secara strategis merencanakan penambahan tim futsal agar lebih banyak peserta didik memperoleh kesempatan pembinaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa SDN 7 Salotungo tidak hanya responsif terhadap antusiasme siswa, tetapi juga adaptif dalam merancang program yang inklusif dan berkelanjutan.
Penyaluran bakat peserta didik sendiri telah menjadi bagian dari program strategis sekolah, tidak hanya di bidang futsal, tetapi juga pada berbagai bidang akademik dan nonakademik lainnya.
Seluruh program diarahkan pada satu tujuan besar: peningkatan mutu pendidikan secara holistik.
Melalui pendekatan ini, SDN 7 Salotungo menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan dasar yang tidak hanya mencetak siswa cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat, berkarakter sportif, percaya diri, dan siap bersaing di masa depan.
Sebuah praktik baik yang patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam membangun pendidikan berbasis karakter dan potensi lokal.
(Red)



