Makassar, Kabartujuhsatu.news, Ribuan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kota Makassar dijadwalkan akan memadati kawasan Pantai Bosowa pada 8 Februari 2026 mendatang.
Mereka akan mengikuti sebuah agenda besar bertajuk Silaturahmi Ketua RT/RW se-Kota Makassar, yang dipandang sebagai momentum penting pasca pelantikan para Ketua RT dan RW oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, beberapa waktu lalu.
Kegiatan silaturahmi ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan seremonial, melainkan dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat kebersamaan, memperkuat komunikasi lintas wilayah, serta membangun sinergi antarketua RT dan RW di seluruh Kota Makassar.
Selain itu, agenda ini juga menjadi ruang untuk menjalin kedekatan langsung dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ibu Melinda Aksa.
Ketua RW 2 Kelurahan Camba Berua, Erwin Egha, saat dikonfirmasi awak media membenarkan rencana pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia memastikan dirinya bersama sejumlah Ketua RT dan RW di wilayah Camba Berua siap hadir dan ambil bagian dalam agenda akbar itu.
“Ini adalah acara besar bagi kami para Ketua RT dan RW. Sangat disayangkan jika dilewatkan, karena momentum seperti ini tidak datang setiap waktu,” ujar Egha.
Menurutnya, silaturahmi ini memiliki nilai strategis yang sangat penting, khususnya dalam memperkuat peran RT dan RW sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Ia menilai forum tersebut akan menjadi ruang konsolidasi sekaligus pertukaran gagasan antarwilayah.
“RT dan RW adalah ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah. Dengan komunikasi yang solid, tentu pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” jelasnya.
Terkait adanya kontribusi peserta sebesar Rp100 ribu, Egha menilai hal tersebut sangat wajar dan proporsional dengan skala kegiatan yang akan dilaksanakan.
Ia menegaskan bahwa kontribusi tersebut tidak sebanding dengan manfaat dan pengalaman yang akan diperoleh para peserta.
“Ini kan acara kami sendiri. Kontribusi Rp100 ribu tentu sangat terjangkau jika dibandingkan dengan manfaat, jaringan, dan pengalaman yang didapat. Acara sebesar ini jelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa kontribusi tersebut bersifat swadaya dan tidak memberatkan, apalagi mengingat jumlah peserta yang diperkirakan mencapai ribuan orang dari seluruh kecamatan di Kota Makassar.
Lebih lanjut, Egha menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan inisiatif murni para Ketua RT dan RW, tanpa keterkaitan administratif dengan Pemerintah Kota Makassar. Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari swadaya peserta, dan keikutsertaan bersifat sukarela.
“Tidak ada paksaan, tidak ada kewajiban. Ini murni kebersamaan. Siapa yang ingin ikut, silakan. Siapa yang belum berkesempatan, juga tidak menjadi masalah,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan adanya unsur kewajiban atau tekanan kepada para Ketua RT dan RW untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Sejumlah Ketua RT yang ditemui awak media juga menyampaikan pandangan senada. Mereka menilai silaturahmi ini sebagai ruang strategis untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, serta menyatukan visi dalam mendukung program pembangunan Kota Makassar ke depan.
Dengan terbangunnya komunikasi yang lebih erat antar Ketua RT dan RW, diharapkan berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat diselesaikan secara lebih cepat dan terkoordinasi.
"Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi awal lahirnya kolaborasi serta gagasan-gagasan positif demi Makassar yang lebih baik di masa mendatang,” pungkas Erwin Egha.
(Red)



