Pesan Spiritual tentang Cinta Sejati, Arman Mannahawu Ajak Masyarakat Merenung
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Pesan Spiritual tentang Cinta Sejati, Arman Mannahawu Ajak Masyarakat Merenung

    Kabartujuhsatu
    Sabtu, 10 Januari 2026, Januari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-11T02:27:56Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Sebuah pesan bernuansa spiritual yang sarat makna dibagikan oleh Arman Mannahawu, SH, MH, melalui unggahan WhatsApp pribadinya pada Ahad (11/1/2025).


    Dalam pesannya, Arman mengajak masyarakat untuk merenungi hakikat Cinta Sejati dan mengenali siapa pemilik sejati dari cinta tersebut.


    “Carilah pemilik Cinta Sejati itu. Pemilik-Nya tidak segera menghukum setiap kali diri berbuat dosa, namun rahmat-Nya tiada bertepi juga tak terhitung jumlahnya bagi semua pendosa. Di genggaman-Nya kerajaan di bumi pun di langit,” tulis Arman dalam unggahan tersebut.


    Pesan ini dengan cepat menarik perhatian karena disampaikan di tengah realitas kehidupan modern yang kerap diwarnai kegelisahan, konflik, dan pencarian makna hidup.


    Ungkapan tersebut dinilai sebagai ajakan untuk kembali merefleksikan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, terutama dalam memahami konsep kasih sayang, pengampunan, dan keadilan Ilahi.


    Menurut Arman, cinta sejati tidak selalu identik dengan hubungan antarmanusia, melainkan bersumber dari nilai-nilai ketuhanan yang menghadirkan rahmat tanpa batas.


    Ia menekankan bahwa meskipun manusia kerap melakukan kesalahan dan dosa, Tuhan tidak serta-merta menjatuhkan hukuman, melainkan membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi siapa saja yang mau kembali.



    Pesan tersebut juga menyinggung tentang kekuasaan Tuhan yang mutlak, baik di bumi maupun di langit.



    Hal ini menjadi pengingat bahwa segala bentuk kekuasaan, jabatan, dan kedudukan duniawi pada hakikatnya bersifat sementara dan berada di bawah kehendak-Nya.


    Sejumlah pihak menilai unggahan Arman sebagai bentuk dakwah reflektif yang disampaikan dengan bahasa sederhana namun mendalam.


    Di era media sosial yang sering dipenuhi perdebatan dan ujaran emosional, pesan seperti ini dianggap mampu menghadirkan ketenangan sekaligus ruang perenungan bagi pembacanya.


    Unggahan tersebut pun dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang tengah menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan moral.


    Ajakan untuk “mencari pemilik cinta sejati” dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, serta menumbuhkan sikap saling memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat.


    Hingga kini, pesan tersebut terus dibagikan dan dikutip ulang oleh berbagai kalangan di media sosial, sebagai pengingat bahwa di balik segala kekurangan manusia, selalu ada rahmat Tuhan yang tak pernah habis dan kasih sayang-Nya yang melampaui batas nalar.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini