Samarinda, Kalimantan Timur, Kabartujuhsatu.news, Sebuah momen penuh nostalgia tersaji di tepian Sungai Mahakam, Bumi Etam. Senior mantan striker Sewo Putra, Reski Sanjaya, bertemu dengan Amrayadi Arafah, SH, MH, yang kini menjabat sebagai Manajer Sewo Junior Soppeng.
Pertemuan hangat tersebut dibagikan Amrayadi melalui sebuah postingan di media sosial pada Sabtu (17/1/2025) dan langsung menarik perhatian pecinta sepak bola daerah.
Pertemuan ini bukan sekadar temu kangen, tetapi menjadi simbol perjalanan panjang seorang pesepak bola daerah yang pernah menapaki fase penting dalam kariernya bersama Sewo Putra.
Reski Sanjaya dikenal sebagai striker yang sempat menjadi andalan, khususnya saat performanya mulai menanjak dan namanya diperhitungkan di kompetisi regional Sulawesi Selatan.
Dalam unggahannya, Amrayadi Arafah mengungkapkan bahwa Reski Sanjaya memilih merantau ke Kalimantan Timur pada masa performanya bersama Sewo Putra sedang berada di grafik menanjak.
Keputusan tersebut menjadi langkah besar dalam hidup Reski, baik sebagai atlet maupun pribadi.
“Di tepian Sungai Mahakam bertemu senior mantan striker Sewo Putra Reski Sanjaya yang merantau di Bumi Etam ketika performanya di Sewo Putra mulai menanjak,” tulis Amrayadi dalam postingannya.
Sungai Mahakam sendiri menjadi latar yang sarat makna. Selain sebagai ikon Kalimantan Timur, tempat ini menjadi saksi obrolan ringan yang penuh kenangan, refleksi perjalanan karier, serta diskusi tentang perkembangan sepak bola daerah yang terus bergerak dinamis.
Sebagai Manajer Sewo Junior Soppeng, Amrayadi Arafah dikenal aktif mendorong pembinaan sepak bola usia dini.
Pertemuannya dengan Reski Sanjaya dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap para senior yang telah membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Menurut Amrayadi, kisah Reski Sanjaya dapat menjadi inspirasi bagi pemain muda, khususnya mereka yang kini berlatih di bawah naungan Sewo Junior.
Keberanian merantau, konsistensi latihan, dan mental bertanding menjadi pelajaran penting yang masih relevan hingga saat ini.
Kisah ini menjadi gambaran nyata bahwa sepak bola daerah bukan sekadar kompetisi, tetapi juga tentang perjalanan hidup, pilihan besar, dan keberanian keluar dari zona nyaman.
Banyak pemain muda di Sulawesi Selatan yang kini bercita-cita mengikuti jejak senior mereka, baik di level regional maupun nasional.
Pertemuan di Samarinda tersebut juga memperkuat narasi bahwa ikatan emosional dalam sepak bola tidak mudah terputus oleh jarak dan waktu.
Sewo Putra dan Sewo Junior Soppeng tetap menjadi rumah besar yang menyatukan para pemain lintas generasi.
Postingan sederhana di media sosial itu berubah menjadi cerita penuh makna tentang nostalgia, perjalanan karier, dan semangat membangun sepak bola akar rumput.
Dari tepian Sungai Mahakam, Reski Sanjaya dan Amrayadi Arafah seolah mengirim pesan bahwa sepak bola daerah akan terus hidup selama ada komitmen, kebersamaan, dan semangat berbagi inspirasi.
(Red)




