Soppeng, Kabartujuhsatu.news, PT PLN (Persero) ULP Soppeng mengumumkan pengaturan beban listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (10/10/2026). Langkah ini dilakukan sehubungan dengan pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan guna menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan.
Berdasarkan pengumuman resmi PLN ULP Soppeng, penyesuaian pasokan listrik dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap, yakni mulai pukul 15.00 hingga 17.30 WITA dan pukul 17.00 hingga 19.30 WITA.
Tahap Pertama: Pukul 15.00–17.30 WITA
Wilayah dan fasilitas yang terdampak meliputi:
Rumah Jabatan Wakil Bupati Soppeng.
Kodim 1423 Soppeng.
Kantor PLN Soppeng.
Rumah Jabatan Kapolres dan Dandim.
Generator PDAM Soppeng.
Kelurahan Lapajung, meliputi Jalan Batu Massila, Kompleks Pasar Sentral, Jalan Pesantren, dan Jalan Merdeka.
Kelurahan Bila, meliputi Jalan Merdeka, Bila Utara, sebagian Buccello, dan Sewo.
Kelurahan Ompo.
Desa Mattabulu.
Desa Pesse.
Desa Pising.
Tahap Kedua: Pukul 17.00–19.30 WITA
Pemadaman atau penyesuaian pasokan listrik juga dijadwalkan berdampak pada wilayah:
Desa Lalabata Riaja.
Desa Panincong.
Desa Patampanua.
Desa Tellulimpoe, khususnya Padali dan sebagian Lompoe.
PLN menegaskan bahwa jadwal tersebut merupakan estimasi awal. Waktu maupun durasi pemadaman dapat berubah menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.
Penyesuaian ini dilakukan karena sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) masih berada dalam tahap transisi pemulihan. PLN perlu mengatur pola operasi untuk menjaga kestabilan sistem sekaligus memastikan keselamatan petugas selama pekerjaan berlangsung.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami masyarakat akibat penyesuaian pasokan listrik tersebut.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk mengantisipasi gangguan aktivitas selama jadwal pekerjaan berlangsung serta menyebarluaskan informasi ini kepada warga lainnya.
PLN berharap dukungan dan pengertian masyarakat agar proses pemulihan sistem kelistrikan berjalan lancar sehingga pelayanan listrik dapat segera kembali normal.
(Red)
