Makassar, Kabartujuhsatu.news, Inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal mengantarkan tim Universitas Negeri Makassar (UNM) meraih pendanaan Program Mahasiswa Berdampak 2026 melalui skema Aksara Peduli yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI. Sabtu (9/10/2026).
Program bertajuk PELITA DESA tersebut dipimpin M. Yunasri Ridhoh, dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNM. Fokus utamanya adalah mendorong peningkatan produktivitas dan pemasaran bawang goreng sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat Desa Jenetalasa.
Program dengan nama lengkap Pemberdayaan Masyarakat Jenetalasa Berbasis Potensi Desa melalui Diseminasi Teknologi Tepat Guna dan Digital untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pemasaran Bawang Goreng ini dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan pemasaran digital.
Dalam pelaksanaannya, M. Yunasri Ridhoh berkolaborasi dengan Muhammad Ansarullah S. Tabbu, M.Pd., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM, serta Ir. Labusab, S.Pd., M.T., dosen Fakultas Teknik (FT) UNM.
Tim juga menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM sebagai mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi lintas fakultas dan keterlibatan mahasiswa tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Melalui program PELITA DESA, tim berupaya memperkuat usaha bawang goreng mulai dari aspek produktivitas hingga pemasaran. Penerapan teknologi tepat guna diarahkan untuk mendukung proses produksi yang lebih efektif, sedangkan pemanfaatan platform digital diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk lokal.
Upaya ini menjadi penting agar usaha masyarakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing dan menjangkau konsumen di luar wilayah desa.
Pendekatan lintas disiplin menjadi salah satu kekuatan program tersebut. Keahlian manajemen mendukung pengembangan usaha dan strategi pemasaran, sementara kompetensi bidang sains dan teknik berperan dalam penerapan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.
Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa BEM UNM menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik sekaligus berkontribusi terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
Sinergi dosen, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi pelaksanaan program agar manfaatnya tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat berlanjut dalam pengembangan usaha masyarakat Desa Jenetalasa.
Ketua tim, M. Yunasri Ridhoh, berharap pendanaan yang diperoleh melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026 dapat menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Melalui PELITA DESA, ia berharap usaha bawang goreng masyarakat Desa Jenetalasa dapat berkembang menjadi lebih produktif, memiliki daya saing, serta mampu menembus pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan dukungan inovasi, pendampingan, dan kolaborasi, pengembangan usaha desa diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Raihan pendanaan tersebut menjadi peluang bagi tim UNM untuk menerjemahkan gagasan akademik menjadi kegiatan nyata yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan penguatan ekonomi desa.
(Red)
